Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Mitos Atau Fakta: Apakah Petai Memicu Kenaikan Asam Urat? Ini Penjelasannya

Miftahul Khair • Rabu, 27 November 2024 | 18:30 WIB
Ilustrasi petai.
Ilustrasi petai.

PONTIANAK - Banyak orang percaya bahwa mengonsumsi makanan tertentu, termasuk petai, bisa memicu kenaikan kadar asam urat.

Kekhawatiran ini membuat sebagian masyarakat menjauhi petai, meskipun makanan khas Asia Tenggara ini kaya akan nutrisi.

Apakah asumsi ini benar secara ilmiah? Melansir dari kanal Youtube Dokter Fery TV, simak penjelasannya agar Anda mendapatkan informasi yang lebih akurat!

Fakta Nutrisi yang Terkandung dalam Petai

Petai memiliki kandungan nutrisi yang mengesankan, seperti protein, serat, vitamin B, vitamin C, kalium, dan antioksidan.

Lebih menarik lagi, hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry mengungkapkan bahwa petai mengandung senyawa polifenol dan flavonoid.

Kedua senyawa ini memiliki sifat antiinflamasi, yang dapat membantu mengurangi peradangan.

Apakah Petai Mengandung Purin Tinggi?

Dalam kaitannya dengan asam urat, hal penting yang perlu diperhatikan adalah kandungan purin dalam makanan.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, petai memiliki kandungan purin yang tergolong rendah hingga sedang, yaitu sekitar 19-40 mg per 100 gram.

Sebagai perbandingan, makanan yang benar-benar tinggi purin, seperti jeroan, memiliki kandungan hingga 800 mg per 100 gram.

Ini menunjukkan bahwa konsumsi petai dalam jumlah normal tidak seharusnya memicu kenaikan kadar asam urat secara signifikan.

Manfaat Lain yang Dimiliki Petai

Tidak hanya aman dikonsumsi dalam jumlah wajar, beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa petai memiliki potensi manfaat kesehatan.

Penelitian yang diterbitkan dalam BMC Complementary and Alternative Medicine menemukan bahwa ekstrak petai memiliki sifat antiinflamasi.

Efek ini dapat membantu meredakan peradangan, termasuk pada penderita asam urat.

Namun, manfaat ini baru teruji secara awal dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

Saran Konsumsi untuk Penderita Asam Urat

Seperti halnya makanan lain, konsumsi petai sebaiknya tetap dalam batas yang wajar.

Bagi penderita asam urat, disarankan untuk memperhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsinya.

Jika terjadi gejala yang mengkhawatirkan, konsultasikan dengan dokter.

Mengontrol porsi makan adalah kunci untuk menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.

Berdasarkan ulasan di atas, tidak ada bukti ilmiah yang kuat bahwa petai secara langsung meningkatkan kadar asam urat.

Kandungan purinnya yang tergolong rendah hingga sedang membuatnya aman dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan.

Bahkan, senyawa aktif dalam petai menawarkan manfaat antiinflamasi yang dapat mendukung kesehatan.

Meski begitu, konsumsi berlebihan tetap tidak dianjurkan untuk menjaga keseimbangan nutrisi dan kesehatan tubuh.

Jadi, kini Anda tidak perlu ragu lagi untuk menikmati petai dalam porsi sewajarnya.

Tetap ingat, pola makan sehat selalu melibatkan keseimbangan dan keragaman makanan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda! (mif)

Editor : Miftahul Khair
#mitos #asam urat #petai