PONTIANAK - Memberikan jus kepada anak kecil sering dianggap sebagai cara mudah untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan cairan mereka.
Rasanya yang manis sering kali disukai anak-anak, sehingga banyak orang tua menganggapnya sebagai pelengkap makanan padat.
Namun, kini para ahli, termasuk dari Health Cleveland Clinic, merekomendasikan untuk tidak memberikan jus kepada bayi di bawah usia satu tahun.
Mengapa demikian? Alasannya terletak pada kandungan gula yang tinggi dan rendahnya serat dalam jus, bahkan pada jus yang berasal dari buah segar sekalipun.
Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai waktu yang tepat memberikan jus, risikonya jika diberikan terlalu dini, serta bagaimana memperkenalkannya dengan cara yang aman sesuai panduan dokter.
Mengapa Anak di Bawah 1 Tahun Tidak Boleh Minum Jus
Anak di bawah usia satu tahun tidak disarankan untuk minum jus, termasuk yang sudah diencerkan dengan air.
Sistem pencernaan mereka belum siap untuk mengolah jus, dan kebutuhan nutrisi mereka berbeda dari anak yang lebih besar.
Selama enam bulan pertama, bayi hanya membutuhkan ASI atau susu formula sebagai sumber nutrisi utama.
Jus atau cairan lain dapat mengganggu kebutuhan ini, mengisi perut mereka tanpa memberikan manfaat gizi yang memadai.
Bahkan setelah mulai mengonsumsi makanan padat pada usia enam bulan, anak tetap belum boleh diberikan jus hingga ulang tahun pertamanya.
Baca Juga: Ketahanan Pangan Melalui Pemberdayaan Masyarakat Memanfaatkan Pangan Lokal Bergizi
Apa yang Terjadi Jika Anak Terlalu Dini Diberi Jus?
Banyak orang mengira jus sama sehatnya dengan buah utuh, tetapi kenyataannya berbeda.
Proses pembuatan jus menghilangkan sebagian besar serat yang ada pada buah, sehingga hanya menyisakan kandungan gula yang tinggi.
Jika jus diberikan terlalu dini, risiko yang dapat terjadi pada anak meliputi:
- Diare: Kandungan gula yang tinggi dapat mengiritasi sistem pencernaan mereka.
- Kerusakan gigi: Gula dalam jus dapat memicu kerusakan pada gigi anak yang sedang tumbuh.
- Obesitas anak: Konsumsi gula berlebih sejak kecil meningkatkan risiko obesitas di kemudian hari.
Selain itu, beberapa produk yang diberi label "minuman buah" atau "koktail buah" sering kali mengandung pemanis tambahan seperti sirup fruktosa yang berbahaya bagi kesehatan anak.
Kapan Jus Bisa Diperkenalkan?
Menurut dr Kimberly Churbock dari Health Cleveland Clinic, jus bisa diberikan setelah anak berusia satu tahun. Namun, ada aturan ketat mengenai jenis dan jumlahnya:
- Pilih jus buah 100 persen tanpa tambahan gula.
- Pastikan jus dipasteurisasi untuk menghindari risiko bakteri berbahaya.
- Jangan gunakan jus buatan sendiri karena tidak melalui proses pasteurisasi yang aman.
Berapa Banyak Jus yang Aman untuk Anak?
Setelah anak berusia satu tahun, berikut panduan jumlah jus yang boleh diberikan:
- Usia 1-3 tahun: Maksimal 120 ml per hari.
- Usia 4-6 tahun: Hingga 180 ml per hari.
- Usia 7 tahun ke atas: Tidak lebih dari 240 ml per hari.
Untuk mengurangi risiko konsumsi berlebih, hindari memberikan jus dalam botol atau gelas dengan sedotan yang mudah diminum.
Cara lain untuk membatasi konsumsi adalah mencampur jus dengan air.
Alternatif Sehat Selain Jus
Jika Anda memilih untuk tidak memberikan jus sama sekali, itu juga langkah yang sehat.
Anak-anak dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan konsumsi buah dan sayuran segar.
Menurut pedoman, anak usia 1-2 tahun membutuhkan sekitar 2/3 hingga 1 cangkir sayur dan 1/2 hingga 1 cangkir buah setiap hari.
Dengan memprioritaskan makanan utuh, Anda membantu anak mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dan menjauhkan mereka dari risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi gula berlebih. (mif)
Editor : Miftahul Khair