PENYAKIT Paru Obstruksi Kronis (PPOK) sering kali berkembang perlahan, dengan gejala yang pada awalnya ringan namun dapat memburuk seiring waktu. Jika tidak ditangani, kondisi ini tidak hanya mengganggu kualitas hidup tetapi juga dapat menyebabkan komplikasi serius yang mengancam jiwa.
Gejala PPOK sering kali menyerupai penyakit pernapasan lain, sehingga kerap diabaikan. Arto Yuwono Soeroto dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) mengatakan, beberapa tanda awal yang perlu diwaspadai meliputi, batuk kronis dengan dahak, hingga mengi.
“Batuk di sini dengan produksi dahak, dahak itu lendir tapi agak kental,” katanya.
Sesak nafas juga menjadi gejala, terutama saat beraktivitas. “Misal naik tangga sudah nggak sanggup tiap kali naik tangga,” katanya.
Selain itu kondisi tubuh yang cepat merasa capek secara berlebihan atau fatigue juga menjadi gejala PPOK. Termasuk, warna kebiruan di bibir, kulit, kuku yang disebabkan karena rendahnya kadar oksigen
Ia menambahkan, kelainan pada PPOK ini dapat menyebabkan komplikasi lebih jauh, termasuk gagal jantung yang ditandai dengan bengkak di tungkai bawah. Komplikasi lain yang bisa terjadi adalah bronkiektasis, pneumonia, gangguan irama jantung, dan lain sebagainya. (sti)
Editor : Miftahul Khair