Selama lebih dari 12 jam, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama berpuasa. Hal ini tentunya dapat mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Penting untuk menjaga pola makan sehat, kecukupan cairan, dan aktivitas fisik yang sesuai agar ibadah di bulan Ramadan menjadi optimal.
Oleh : Siti Sulbiyah
Selama berpuasa di Bulan Ramadan, akan terjadi perubahan mulai dari pola makan, pola tidur, kesembangan cairan tubuh, perubahan gula darah, hingga perubahan hormon. Perubahan ini memengaruhi kondisi tubuh. Hal tersebut diungkapkan oleh dr Muhammad Imanuddin Nasution, Sp.PD, dalam Webinar Kesehatan bertajuk Tips Jaga Tubuh Sehat & Bugar Agar Puasa Lancar, yang dilaksanakan oleh Yakes Telkom, Kamis (27/2).
Dalam momen itu, ia mengungkapkan pentingnya menjaga pola hidup sehat agar tetap fit selama berpuasa. Salah satu kunci utama agar tubuh tetap bugar saat berpuasa adalah mengonsumsi sahur yang tepat. Ia menekankan agar tidak melewatkan sahur dan sebaiknya dilakukan mendekati waktu imsak.
“Jangan pernah lewatkan sahur. Usahakan tetap melakukan sahur,” tagasnya.
Ia mengingatkan pentingnya asupan nutrisi seimbang dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, oat, singkong, dan ubi. Selain karbohidrat kompleks, penting untuk melengkapinya dengan serat dan protein. Makanan tinggi serat seperti kurma, biji-bijian, kentang, sayuran, dan berbagai jenis buah sangat dianjurkan.
Tak hanya makanan, menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh juga penting bagi yang melaksanakan puasa. Mengingat tubuh terdiri dari sekitar 80 persen cairan, kekurangan asupan air dapat menyebabkan dehidrasi.
Pastikan mengonsumsi air mineral minimal delapan gelas per hari. Selain itu, upayakan untuk mengurangi konsumsi kafein seperti teh dan kopi karena bersifat diuretik yang memicu seringnya buang air kecil. “Ini membuat cairan dalam tubuh cepat hilang,” katanya.
Berbuka puasa dengan porsi berlebihan juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Karena itu, ia menyarankan agar berbuka dilakukan secara bertahap dengan mengonsumsi makanan ringan terlebih dahulu sebelum makan besar.
“Jangan kalap saat berbuka. Makanlah secara perlahan dan bertahap agar tubuh dapat menyesuaikan. Jika langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, bisa menyebabkan perut kembung dan begah,” tambahnya.
Ia juga menyarankan untuk menghindari makanan berminyak. Menurutnya, kadar minyak dalam makanan yang masuk ke tubuh bisa membuat sel darah merah menggumpal dan terhambat. “Ini akan membuat mudah mengantuk pada siang hari,” katanya.
Selain menghindari makanan berlemak, tak ada salahnya untuk mengurangi makanan dan minuman yang manis. Gula memang memberikan energi, tetapi hanya bersifat sementara. Misalnya, kue kering atau minum es teh manis saat sahur sebaiknya dihindari, karena dapat menyebabkan penurunan gula darah di tengah hari, sehingga menimbulkan rasa lesu dan lemas.
Selain itu, pastikan mengonsumsi makanan dengan protein yang cukup. Asupan ini dapat diperoleh dari telur, keju, yogurt, atau daging rendah lemak yang membantu menambah energi sepanjang hari.
Tidak ketinggalan, konsumsi sayur dan buah sangat penting. Menurutnya, bisa memilih buah dan sayuran yang berwarna-warni untuk mendapatkan nutrisi yang lengkap. “Jangan cuma warna hijau saja, pilih berbagai macam warna sayuran dan buah,” katanya.
Buah dan sayuran yang tinggi kadar air serta kaya antioksidan mampu memelihara stamina tubuh.“Variasikan jenis sayur dan buahnya agar mendapatkan nutrisi yang lengkap,” tambahnya.
Tidak kalah pentingnya adalah memastikan tidur yang cukup dengan memaksimalkan waktu tidur 6-8 jam per hari. Mengonsumsi multivitamin juga diperlukan agar stamina tetap kuat dan tubuh tetap fit selama berpuasa. **
Editor : A'an