PONTIANAK POST - Dokter spesialis mata dari KMN Eye Center, Dr. Maria Magdalena Purba, SpM mengatakan ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena glaukoma.
Meskipun glaukoma dapat memengaruhi siapa saja, ada kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi.
Faktor -faktor terjadinya glaukoma antara lain berusia di atas 40 tahun, memiliki anggota keluarga yang menderita glaukoma, ras keturunan Asia dan Afrika, serta memiliki tekanan mata yang tinggi.
Selain itu ciri lainnya adalah menderita rabun jauh (miopia), mengalami cedera mata, serta menggunakan obat steroid jangka panjang.
Memiliki kornea yang tipis di bagian tengahnya, penipisan saraf optik, serta memiliki riwayat penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi, juga dapat menjadi faktor risiko dari penyakit tersebut.
“Penting untuk diingat bahwa meskipun faktor-faktor ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena glaukoma, penyakit ini dapat memengaruhi siapa saja, termasuk yang tidak memiliki faktor risiko tersebut,” Jelasnya.
Pemeriksaan mata rutin dan konsultasi dengan profesional kesehatan mata sangat penting untuk deteksi dini dan pengelolaan glaukoma.
“Semakin dini glaukoma terdeteksi, semakin baik peluang untuk mencegah kerusakan penglihatan yang permanen,” pungkasnya. (sti)
Editor : Miftahul Khair