PONTIANAK POST - Disfungsi ereksi (DE), atau impotensi, adalah kondisi medis yang ditandai dengan ketidakmampuan pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup keras untuk aktivitas seksual yang memuaskan.
Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup dan hubungan interpersonal. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut adalah gejala utama DE.
1. Kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi
Gejala utama DE adalah kesulitan dalam mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup keras untuk penetrasi vaginal.
Kondisi ini dapat terjadi secara konsisten atau sesekali, namun jika berlangsung lebih dari enam bulan, sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga medis.
2. Penurunan hasrat seksual
Beberapa pria dengan DE juga mengalami penurunan hasrat seksual. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor psikologis seperti stres, kecemasan, atau depresi, yang dapat memengaruhi dorongan seksual .
3. Gangguan emosional dan psikologis
DE dapat menyebabkan stres emosional, penurunan rasa percaya diri, dan masalah dalam hubungan interpersonal.
Perasaan malu atau cemas terkait dengan kinerja seksual dapat memperburuk kondisi ini.
4. Ereksi pagi yang tidak terjadi
Ereksi spontan yang terjadi saat tidur atau di pagi hari (nocturnal penile tumescence) biasanya merupakan tanda fungsi ereksi yang sehat.
Ketidakhadirannya dapat menunjukkan adanya masalah fisik, seperti gangguan aliran darah atau kerusakan saraf.
Baca Juga: Ternyata Lama Tak Bercinta Bisa Bedampak Buruk: Salah Satunya Mengancam Kesehatan Mental
5. Penurunan kualitas ereksi
Beberapa pria melaporkan ereksi yang tidak cukup keras untuk penetrasi atau ereksi yang cepat mengendur setelah penetrasi.
Hal ini dapat disebabkan oleh gangguan aliran darah, kerusakan saraf, atau kondisi medis lainnya. (uni)
Editor : Miftahul Khair