Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Satu Rumah Satu Jumantik: Cara Efektif Pantau Jentik Nyamuk di Lingkungan Rumah

Siti Sulbiyah Kurniasih • Jumat, 16 Mei 2025 | 13:53 WIB
PANTAU JENTIK: Ilustrasi pemantauan jentik-jentik nyamuk. Pemantauan jentik–jentik secara berkala menjadi salah satu upaya dalam pemberantasan nyamuk Aedes aegypti.
PANTAU JENTIK: Ilustrasi pemantauan jentik-jentik nyamuk. Pemantauan jentik–jentik secara berkala menjadi salah satu upaya dalam pemberantasan nyamuk Aedes aegypti.

PONTIANAK POST - Dalam upaya pencegahan penyebaran dengue, masyarakat diimbau untuk menerapkan strategi pemberantasan sarang nyamuk dengan metode 3M Plus.

Ketua Tim Kerja Arbovirosis Kementerian Kesehatan Fadjar SM Silalahi menjelaskan, tiga langkah utama dalam metode ini meliputi menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat semua wadah penyimpanan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Namun, menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya berhenti pada 3M. Karena itu, masyarakat juga dianjurkan melakukan langkah-langkah tambahan sebagai bagian dari "Plus" dalam 3M Plus. 

“Plusnya adalah upaya kita menghindari diri dari gigitan, bisa menggunakan lotion, kelambu, dan lainnya,” paparnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Gotong royong membersihkan area sekitar tempat tinggal, memasang kawat kasa pada jendela atau ventilasi rumah, serta menjaga agar rumah tetap bersih dan bebas genangan air menjadi bagian dari tindakan pencegahan yang efektif.

Salah satu langkah konkret yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan adalah kegiatan pemantauan jentik nyamuk. “Memanfaatkan ikan pemakan jentik sebagai upaya tambahan (cegah DBD),” katanya. 

Ia pun menekankan pentingnya hari pemantauan seminggu sekali cukup 15–30 menit. Lokasi yang perlu diperiksa mencakup tempat-tempat penampungan air seperti toren, telaga, bak mandi, vas bunga, tempat minum burung, tatakan dispenser, serta area lain yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Ia juga memperkenalkan gerakan “Satu Rumah Satu Jumantik”, sebuah inisiatif yang mendorong setiap rumah memiliki minimal satu orang anggota keluarga yang bertanggung jawab melakukan pemantauan jentik setiap minggunya. Jumantik sendiri merupakan singkatan dari juru pemantau jentik.

“Ada gerakan Satu Rumah Satu Jumantik, yakni mengharuskan satu orang anggota keluarga di rumah masing-masing menjadi pemantau jentik setiap minggunya,” tuturnya. 

Dengan demikian, lanjutnya, masyarakat tidak perlu selalu menunggu kedatangan petugas dari dinas kesehatan untuk melakukan pengawasan. (sti)

Editor : Miftahul Khair
#demam berdarah #jentik #gerakan satu rumah satu jumantik #DBD #nyamuk