PONTIANAK POST - Stres memang sudah menjadi bagian dari hidup, apalagi dalam beberapa tahun terakhir yang penuh tantangan.
Tapi tahukah kamu, kalau stres tidak dikelola dengan baik, dampaknya bisa jauh lebih serius dari sekadar rasa lelah atau pusing?
Menurut Dr. Jessica Wright, stres memicu reaksi otomatis dari sistem saraf kita.
Saat merasa tertekan, otak akan memberi sinyal ke kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin.
Kedua hormon ini membuat jantung berdetak lebih cepat dan tubuh siaga menghadapi bahaya.
Sayangnya, otak tidak bisa membedakan mana ancaman yang nyata dan mana yang cuma kekhawatiran di kepala.
Akibatnya, tubuh terus berada dalam mode “siaga”, yang justru bisa merusak kesehatan kalau terjadi terus-menerus.
Dilansir dari laman Your Tango, berikut ini adalah sederet masalah kesehatan serius yang bisa timbul jika kamu membiarkan stres berlarut-larut:
- Mata Terasa Kering dan Perih
Pernah merasa matamu seperti penuh pasir atau gampang iritasi?
Bisa jadi itu bukan cuma karena layar gadget, tapi juga stres.
Dr. Leigh Plowman menjelaskan bahwa stres bisa memicu peradangan dalam tubuh, termasuk di area mata.
Produksi air mata bisa menurun, dan ditambah kebiasaan jarang berkedip saat tegang, kondisi ini pun makin parah.
- Risiko Penyakit Jantung Meningkat
Stres kronis dapat menaikkan detak jantung dan tekanan darah.
Selain itu, kadar kolesterol juga bisa ikut naik. Kombinasi ini sudah cukup berbahaya.
Tak jarang, stres juga memicu kebiasaan buruk seperti merokok, begadang, atau makan berlebihan yang semuanya berkontribusi pada gangguan jantung.
- Susah Tidur dan Tubuh Tetap Lelah
Stres bisa membuat kamu sulit tidur nyenyak.
Saat stres, kadar kortisol yang seharusnya turun di malam hari bisa tetap tinggi, atau malah tidak stabil.
Akibatnya, kamu jadi susah tidur atau sering terbangun, dan bangun pagi pun tetap merasa lelah.
- Gejala Asma Makin Parah
Buat kamu yang punya asma, stres bisa jadi pemicunya.
Kondisi emosional yang tidak stabil bisa memperburuk peradangan di saluran napas, sehingga gejala seperti sesak, batuk, atau mengi jadi makin sering muncul.
- Rambut Rontok Setelah Masa Sulit
Rambut yang rontok lebih banyak dari biasanya bisa jadi pertanda tubuhmu sedang "memproses" stres berat beberapa bulan sebelumnya.
Misalnya setelah kejadian traumatis, kehilangan orang tercinta, atau tekanan finansial. Rontok ini biasanya terjadi sekitar 2–3 bulan setelah puncak stres.
- Muncul Jerawat Mendadak
Stres memicu peningkatan produksi kortisol yang bisa meningkatkan produksi minyak di kulit.
Minyak berlebih inilah yang bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.
Jadi, selain perawatan luar, penting juga untuk menangani akar masalahnya, yakni stres itu sendiri.
Baca Juga: Waspada 7 Makanan Pemicu Migrain dan Alternatif Sehatnya
- Gusi Mudah Berdarah dan Nyeri
Kesehatan mulut ternyata juga terdampak oleh stres.
Peradangan akibat stres bisa melemahkan daya tahan tubuh terhadap bakteri, sehingga penyakit gusi lebih mudah muncul.
Jika dibiarkan, infeksi ini bisa menyebar lebih luas dan bahkan mempengaruhi pembuluh darah.
- Berat Badan Naik Tak Terkendali
Saat stres, kita sering mencari pelarian ke makanan, terutama yang tinggi gula atau lemak.
Kortisol juga membuat tubuh menyimpan lemak lebih banyak di area perut.
Kalau ini terjadi terus-menerus, bukan hanya berat badan yang naik, tapi juga risiko penyakit metabolik seperti diabetes.
Penutup
Stres memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tapi bisa dikelola.
Istirahat yang cukup, olahraga ringan, curhat ke orang terpercaya, atau sekadar menarik napas dalam-dalam bisa membantu menenangkan pikiran.
Jangan biarkan stres menjadi bagian dari rutinitas tanpa batas.
Tubuhmu punya batas, dan sudah saatnya kamu mulai lebih peduli sebelum terlambat. (mif)
Editor : Miftahul Khair