Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Mata Tiba-Tiba Melihat Kilatan dan Benda Mengambang? Waspadai Robekan Retina!

Chairunnisya PP • Jumat, 15 Agustus 2025 | 16:56 WIB
Ilustrasi retina mata
Ilustrasi retina mata

 

Pernahkah tiba-tiba melihat kilatan cahaya atau bayangan kecil yang mengambang seperti serangga di pandangan? Jika ya, jangan anggap remeh. Itu bisa jadi tanda awal dari robekan retina, kondisi serius pada mata yang bisa menyebabkan kebutaan permanen jika tidak segera ditangani.

Dilansir dari KMN EyeCare, Dr. Maria Magdalena Purba, SpM menjelaskan retina adalah lapisan tipis di bagian belakang bola mata yang berfungsi menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal ke otak untuk diproses sebagai penglihatan. Ketika jaringan vitreous (cairan seperti gel yang mengisi mata) menyusut atau berubah karena usia, ia dapat menarik retina dengan cukup kuat hingga menyebabkan robekan.

“Jika robekan ini tidak segera ditangani, cairan bisa merembes ke bawah retina dan menyebabkannya lepas dari dinding mata (ablasio retina). Kondisi yang sangat berisiko menyebabkan kebutaan,” ujar Maria.

 

Gejala awal dari robekan retina bisa muncul tiba-tiba dan kerap diabaikan, seperti munculnya kilatan cahaya (photopsia) terutama saat melihat ke arah terang atau gelap, meningkatnya jumlah floaters (benda kecil mengambang di pandangan), dan terasa ada bayangan atau tirai yang menutupi sebagian pandangan.

“Jika mengalami gejala-gejala ini, sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis mata, sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius,” pesan Maria.

Dia mengatakan tidak semua orang mengalami retina robek. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risikonya. Diantaranya rabun jauh (miopia) berat, riwayat operasi mata seperti katarak atau glaukoma, cedera atau trauma serius pada mata, riwayat keluarga dengan ablasio retina, proses penuaan (lebih umum di usia 50 tahun ke atas), dan area retina yang lemah (sering terlihat saat pemeriksaan mata).

 

Cara Menangani Retina Robek

Jika retina robek belum berkembang menjadi ablasio, kondisi ini bisa ditangani dengan prosedur sederhana di klinik mata.

  1. Fotokoagulasi (laser)

Dokter menggunakan laser khusus untuk “mengelem” retina ke dinding mata. Prosedur ini berlangsung kurang dari 15 menit dan relatif tidak menyakitkan.

  1. Kriopeksi (pembekuan)

Prosedur ini menggunakan energi dingin intens untuk membekukan area di sekitar robekan retina, lalu membentuk jaringan parut agar retina kembali menempel dengan kuat.

Keduanya sama-sama efektif jika dilakukan segera setelah diagnosis. Anestesi lokal digunakan, dan pasien umumnya bisa langsung pulang setelah tindakan. (*/uni)

Editor : Chairunnisya
#Dokter Mata #retina #mata #kebutaan #KMN EyeCare