PONTIANAK POST - Mengurangi konsumsi gula tambahan merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan dan mendukung program diet.
World Health Organization merekomendasikan agar asupan bahan pemanis ini tidak melebihi 10% dari total kalori harian, dan bahkan lebih baik jika dikurangi menjadi kurang dari 5% (sekitar 25 gram atau 6 sendok teh per hari).
Bukti ilmiah menunjukkan bahwa mengurangi konsumsinya dapat menurunkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan kerusakan gigi.
Dilansir dari laman resmi World Health Organization pada Selasa (2/9), penting untuk membedakan antara gula alami dan tambahan.
Gula alami terdapat dalam buah, sayuran, dan beberapa produk susu, dan disertai dengan nutrisi penting seperti serat, vitamin, dan mineral. Konsumsi dalam jumlah yang wajar tidak menimbulkan dampak.
Semua bentuk gula tambahan menyumbang kalori tanpa memberikan nilai gizi yang signifikan, sehingga konsumsi berlebih dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Manfaat Mengurangi Gula Tambahan
1. Mendukung Penurunan Berat Badan
Mengurangi konsumsi gula tambahan membantu menurunkan total asupan kalori harian, sehingga mempermudah penurunan berat badan dan pemeliharaannya.
Studi menunjukkan bahwa konsumsi kristal manis tambahan yang berlebihan berkontribusi terhadap kelebihan berat badan dan obesitas.
Menggantikan makanan tinggi pemanis dengan versi rendah atau tanpa kandungan pemanis seperti minuman, sereal sarapan, dan yogurt dapat menghemat ratusan kalori tanpa mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi.
2. Mengurangi Lemak Perut dan Risiko Penyakit Metabolik
Asupan gula tambahan yang tinggi dapat meningkatkan lemak perut (visceral fat), yaitu lemak yang membungkus organ internal.
Lemak visceral berlebih meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.
Dengan membatasi makanan dan minuman manis, kita dapat mempercepat proses penurunan berat badan dan mengurangi lemak perut secara efektif.
Baca Juga: Mata Bengkak Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan Serius, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
3. Strategi Mengurangi Gula dalam Diet
Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
- Kurangi penggunaan gula pasir dalam makanan siap saji, dan minuman.
- Periksa label nutrisi dan daftar bahan sebelum membeli produk makanan.
- Pilih air putih atau minuman tanpa pemanis sebagai pengganti minuman manis.
- Gunakan saus apel, ekstrak perasa, atau rempah untuk menambahkan rasa manis alami pada resep.
- Tambahkan buah segar pada sereal atau oatmeal untuk rasa manis.
Potensi Efek Samping
Mengurangi gula tambahan secara drastis dapat menimbulkan efek sementara, antara lain:
- Penurunan energi karena Glukosa merupakan sumber energi utama tubuh.
- Perubahan suasana hati sebab Otak melepaskan endorfin dan dopamin saat mengonsumsinya, sehingga pengurangannya juga dapat mempengaruhi mood sementara.
Untuk meminimalkan efek ini, disarankan mengurangi gula secara bertahap dan berkonsultasi dengan ahli gizi atau tenaga medis jika diperlukan. (*)
Editor : Miftahul Khair