Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tips Ampuh Atasi Anak Demam di Rumah, Orang Tua Wajib Tahu!

Syeti Agria Ningrum • Sabtu, 6 September 2025 | 17:00 WIB
Cara mengatasi anak demam di rumah.
Cara mengatasi anak demam di rumah.

PONTIANAK POST - Hampir semua orang tua pernah panik ketika suhu tubuh anak tiba-tiba naik.

Padahal, demam sebenarnya bukan penyakit, melainkan tanda bahwa tubuh sedang bekerja melawan infeksi.

Meski begitu, tidak semua bisa dianggap ringan. Ada kalanya orang tua harus segera membawa anak ke dokter.

Agar tidak bingung, berikut panduan lengkap mengenai pertolongan pertama saat dan tanda-tanda kapan harus mencari bantuan medis.

Mengenal Demam pada Anak?

Demam didefinisikan sebagai suhu tubuh 38°C atau lebih yang diukur dengan termometer.

Kondisi ini sering disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri.

Pada sebagian besar kasus, ia akan mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Melansir dari American Academy of Pediatrics (AAP), kondisi ini justru bisa membantu tubuh anak melawan penyakit.

Jadi, angka suhu tidak selalu menjadi ukuran utama. Yang lebih penting adalah memperhatikan kondisi anak apakah ia masih mau minum, bermain, atau tampak sangat lemas.

Penyebab Demam yang Sering Terjadi

Beberapa penyebab umum pada anak antara lain:

- Infeksi virus, seperti flu atau batuk pilek.

- Infeksi bakteri, misalnya radang tenggorokan atau infeksi telinga.

- Efek samping vaksinasi.

- Pertumbuhan gigi, meski biasanya hanya menyebabkan kenaikan suhu ringan.

Pertolongan Pertama Saat Anak Demam

Berikut langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah:

1. Pastikan anak cukup minum

Cairan penting untuk mencegah dehidrasi. Berikan air putih, ASI, atau cairan elektrolit.

2. Gunakan pakaian yang nyaman

Hindari pakaian tebal atau selimut berlapis-lapis karena bisa membuat suhu tubuh makin panas.

3. Biarkan anak beristirahat

Tidur membantu pemulihan. Namun jika anak masih ingin bermain sebentar, itu tidak masalah selama tidak terlihat lemah.

4. Berikan obat penurun panas bila perlu

Parasetamol aman untuk bayi dan anak dengan dosis sesuai umur atau berat badan. Ibuprofen bisa diberikan pada anak di atas 6 bulan.

Jangan berikan aspirin pada anak karena berisiko menimbulkan sindrom Reye.

5. Kompres hangat

Gunakan air hangat kuku untuk mengompres dahi atau ketiak anak. Hindari kompres dengan es karena bisa membuat anak menggigil.

6. Pantau suhu tubuh

Ukur suhu secara berkala agar tahu apakah demam naik, turun, atau tetap stabil.

Kapan Anak Harus Segera ke Dokter?

Berdasarkan rujukan dari Boston Children’s Hospital, bawa anak ke dokter jika:

- Bayi di bawah 3 bulan dengan suhu ≥ 38°C.

- Anak usia 3–6 bulan dengan suhu ≥ 39°C.

- Tidak kunjung reda lebih dari 3 hari.

- Anak sulit dibangunkan, tampak sangat lemas, atau tidak mau minum sama sekali.

- Disertai gejala serius: sesak nafas, kejang, muntah terus-menerus, ruam ungu, atau leher kaku.

- Sempat turun lalu muncul lagi dengan kondisi lebih parah.

Tips Agar Orang Tua Lebih Tenang

Fokus pada kondisi anak, bukan hanya angka suhu.

Catat riwayat: kapan mulai, berapa suhu tertinggi, dan obat apa saja yang sudah diberikan.

Percaya pada insting Anda. Jika merasa ada yang tidak wajar, lebih baik segera konsultasi dengan dokter.

Demam pada anak memang sering membuat orang tua khawatir.

Namun, dengan pengetahuan yang tepat, Anda bisa memberikan pertolongan pertama di rumah sekaligus tahu kapan harus membawa anak ke dokter. (*)

Editor : Miftahul Khair
#efek samping #Cara Mengatasi #Orang tua #demam #anak #Vaksinasi #suhu tubuh