PONTIANAK POST - Daging kambing sudah lama menjadi pilihan banyak orang, terutama saat momen istimewa seperti Idul Adha atau acara keluarga.
Namun, masih ada anggapan bahwa kandungan kolesterol di dalamnya sangat tinggi sehingga harus dihindari. Benarkah demikian?
Menurut sejumlah penelitian, kandungan kolesterol di dalamnya tidak seseram yang dibayangkan, bahkan bisa lebih rendah dibandingkan beberapa jenis daging merah lainnya.
Pemahaman yang keliru mengenai kandungan kolesterol sering kali membuat masyarakat menjauhinya, padahal kunci utamanya terletak pada pemilihan bagian daging, porsi yang wajar, serta cara memasak yang sehat.
Berikut mitos atau fakta yang harus anda ketahui :
Mitos: Daging Kambing Sangat Tinggi Kolesterol
Banyak yang percaya bahwa daging kambing otomatis lebih berbahaya bagi kadar kolesterol darah dibandingkan sapi atau ayam.
Dirujuk dari Prairie View A&M University, justru kandungan lemak jenuh dan kolesterol lebih rendah dibandingkan beberapa potongan daging sapi dan babi.
Artinya, selama dikonsumsi dengan porsi wajar, ia tidak langsung membuat kolesterol melonjak.
Fakta: Kandungan Kolesterol Tergantung Bagian dan Lemak
Penelitian yang dipublikasikan di PMC menunjukkan bahwa kolesterol dalam daging kambing berkisar sekitar 30–60 mg per 100 gram, tergantung bagian dan jumlah lemaknya.
Potongan yang lebih ramping seperti paha belakang cenderung lebih rendah kolesterol dibandingkan bagian dengan lemak tebal.
Cara memasak juga memengaruhi kadar lemak: mengolah dengan cara memanggang atau merebus lebih baik daripada menggoreng dengan banyak minyak.
Mitos: Daging Kambing Harus Dihindari Total oleh Penderita Kolesterol Tinggi
Sebagian orang dengan kolesterol tinggi langsung menghindari daging kambing sepenuhnya.
Padahal, menurut MedicineNet, yang perlu diperhatikan bukan hanya kolesterol dalam daging, tetapi juga lemak jenuh dan pola makan secara keseluruhan.
Konsumsi dalam jumlah sedang, terutama bagian rendah lemak, bisa tetap menjadi bagian dari menu sehat bila dikombinasikan dengan sayuran, buah, dan metode memasak yang tepat.
Baca Juga: Cuma 2 Minggu Stop Makan Daging, Hasilnya Bikin Kaget!
Fakta: Nilai Gizi Daging Kambing Cukup Baik
Selain relatif rendah lemak jenuh, daging kambing juga kaya akan protein berkualitas tinggi, zat besi, dan vitamin B12 yang penting untuk pembentukan sel darah merah dan metabolisme energi.
Data yang dilansir dari USDA memperlihatkan bahwa kandungan kolesterolnya berada pada level moderat dan tidak jauh berbeda dari daging unggas tanpa kulit.
Tips Konsumsi Aman Daging Kambing
- Pilih bagian daging yang sedikit lemak, seperti paha belakang atau punggung.
- Bersihkan lapisan lemak sebelum dimasak untuk mengurangi asupan kolesterol dan lemak jenuh.
- Gunakan metode memasak sehat: panggang, rebus, atau presto lebih baik daripada digoreng dalam minyak banyak.
- Kombinasikan dengan sayuran dan sumber serat lain untuk membantu menjaga keseimbangan kadar kolesterol dalam darah.
- Batasi porsi, terutama bagi yang memiliki masalah kolesterol atau penyakit jantung.
- Anggapan bahwa daging kambing selalu tinggi kolesterol ternyata tidak sepenuhnya benar.
Berdasarkan data yang dilansir dari para ahli, Kolesterol dalam daging kambing berada pada tingkat sedang dan daging ini dapat menjadi sumber protein berkualitas jika dikonsumsi secara bijak
Pilih potongan rendah lemak dan cara masak yang tepat agar manfaat gizi lebih maksimal dan risiko kesehatan tetap terkendali. (*)
Editor : Miftahul Khair