PONTIANAK POST - Bawang merah dikenal luas bukan hanya sebagai bumbu masakan, tetapi juga dipercaya memiliki khasiat kesehatan.
Di banyak rumah, bawang merah sering digunakan sebagai obat tradisional untuk meredakan masuk angin, pilek, atau menjaga daya tahan tubuh.
Tak jarang, bawang merah kerap dipakai sebagai bagian dari pengobatan tradisional, misalnya untuk meredakan masuk angin, mengurangi gejala pilek, atau bahkan mencegah tubuh agar tidak mudah jatuh sakit.
Cara penggunaannya pun beragam, mulai dari dioleskan dengan campuran minyak pada tubuh anak-anak, dipotong lalu ditempatkan di kamar tidur, hingga dijadikan ramuan sederhana yang diminum ketika badan terasa meriang.
Kepercayaan ini bukan hanya ada di Indonesia. Di sejumlah negara lain, bawang juga digunakan dalam praktik serupa.
Misalnya, ada yang percaya bahwa meletakkan bawang di dalam kaus kaki saat tidur dapat membantu menyerap racun atau virus penyebab pilek.
Meski penggunaannya sudah lama dipercaya masyarakat, penting juga melihat apa kata para ahli dan penelitian kesehatan mengenai bawang merah.
Berikut fakta dan penjelasan yang dapat membantu memahami perannya dalam mencegah atau meredakan gejala masuk angin.
Bawang Merah untuk Masuk Angin
Di berbagai daerah di Indonesia, bawang merah sering digunakan untuk:
- Dioleskan ke tubuh anak kecil dengan campuran minyak agar hangat dan tidak masuk angin.
- Dipotong dan diletakkan di kamar untuk “menyedot” penyakit.
- Direndam dalam air atau dijadikan ramuan sederhana untuk diminum saat tubuh terasa lemah.
Praktik serupa juga ditemukan di luar negeri. Beberapa orang percaya bahwa menaruh bawang di kaus kaki atau di kamar bisa menyerap virus penyebab pilek.
Menurut Medical News Today, klaim ini termasuk mitos.
Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa bawang bisa menarik virus atau kuman hanya dengan ditempatkan di dekat tubuh.
Efeknya terhadap Gejala Pilek
Selain itu, muncul tren minum “onion water” atau air rendaman bawang sebagai cara alami meredakan flu.
Menurut Inspira Health Network, tidak ada riset klinis yang membuktikan bahwa onion water bisa menyembuhkan pilek atau masuk angin.
Namun, bawang memang mengandung senyawa aktif yang dapat mendukung kesehatan, seperti:
- Antioksidan yang membantu melawan radikal bebas.
- Flavonoid seperti quercetin yang berfungsi anti-inflamasi.
- Vitamin C yang dapat membantu daya tahan tubuh.
Artinya, mengkonsumsi bawang dalam bentuk makanan mungkin membantu meringankan gejala, meskipun bukan solusi tunggal atau obat pasti.
Kandungan Nutrisi Bawang Menurut Riset
BBC Good Food mencatat bahwa bawang memiliki beragam nutrisi penting, di antaranya:
1. Quercetin
Termasuk flavonoid dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidan.
Berpotensi membantu mengurangi peradangan di saluran pernapasan.
2. Vitamin C
Nutrisi penting untuk mendukung fungsi sistem imun.
Membantu tubuh melawan infeksi ringan seperti flu.
3. Senyawa Sulfur
Memberi aroma khas pada bawang.
Dikenal memiliki efek antibakteri dan mendukung kesehatan pernapasan.
4. Serat dan Prebiotik
Mendukung kesehatan pencernaan.
Pencernaan yang sehat berkaitan erat dengan sistem imun yang lebih kuat.
Jadi, Apakah Bawang Merah Bisa Mencegah Masuk Angin?
Berdasarkan penjelasan dari sumber resmi:
1. Tidak ada bukti ilmiah bahwa bawang merah dapat langsung mencegah atau menyembuhkan masuk angin hanya dengan ditempelkan atau diletakkan di ruangan.
2. Konsumsi bawang secara rutin dalam pola makan sehat memberikan manfaat nyata, terutama dalam mendukung daya tahan tubuh.
3. Efek bawang lebih bersifat suportif: membantu mengurangi peradangan, mendukung imun, dan menjaga tubuh lebih fit, sehingga kemungkinan terkena gejala masuk angin bisa berkurang.
Tips Menggunakan Bawang Merah dengan Bijak
1. Gunakan sebagai bagian dari menu sehat: tambahkan bawang dalam masakan harian untuk mendapatkan manfaat nutrisinya.
2. Hindari klaim berlebihan: jangan mengandalkan bawang sebagai obat utama jika sakit.
3. Gunakan sebagai terapi pendukung: bawang bisa membantu meringankan gejala, tetapi bukan pengganti obat dari dokter.
4. Konsultasikan ke tenaga medis: bila gejala masuk angin atau flu berlanjut lebih dari beberapa hari, segera periksa ke dokter.
Penutup
Bawang merah memang memiliki banyak manfaat kesehatan berkat kandungan antioksidan, quercetin, vitamin C, dan senyawa sulfur.
Semua ini bisa membantu menjaga daya tahan tubuh dan mendukung pemulihan saat mengalami flu ringan.
Namun, klaim bahwa bawang merah bisa langsung mencegah atau mengobati masuk angin tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat.
Bawang lebih tepat dianggap sebagai penunjang kesehatan, bukan sebagai pengganti pengobatan medis. (*)
Editor : Miftahul Khair