Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Benarkah Angin Duduk Bisa Sebabkan Kematian? Ini Fakta Mengejutkannya

Syeti Agria Ningrum • Senin, 15 September 2025 | 16:00 WIB
Ilustrasi lansia terserang angin duduk.
Ilustrasi lansia terserang angin duduk.

PONTIANAK POST - Istilah angin duduk sudah lama dikenal masyarakat Indonesia untuk menggambarkan rasa nyeri di dada atau perut yang muncul secara tiba-tiba.

Banyak orang percaya bahwa keluhan ini sangat berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak.

Anggapan tersebut membuat sebagian orang cemas dan terkadang mengambil langkah yang kurang tepat ketika gejala muncul.

Padahal, tidak semua kasus yang disebut angin duduk memiliki risiko yang sama.

Dalam dunia medis, keluhan ini perlu dibedakan antara masalah ringan seperti penumpukan gas di saluran pencernaan dan gangguan serius yang melibatkan jantung.

Pemahaman yang jelas mengenai penyebab, gejala, dan tingkat bahayanya sangat penting agar kita bisa menentukan tindakan yang sesuai.

Apakah Angin Duduk Bisa Menyebabkan Kematian?

Jika yang dimaksud hanyalah gas dalam sistem pencernaan, jawabannya jelas tidak. Berdasarkan rujukan dari NCBI Bookshelf, angin duduk jarang menimbulkan komplikasi serius.

Rasa nyeri biasanya hanya bersifat sementara, meski terkadang cukup mengganggu kenyamanan.

Namun, apabila keluhan berupa nyeri dada yang terasa berat, menjalar ke bahu, lengan, leher, atau rahang, dan disertai sesak napas, keringat dingin, atau mual hebat, maka situasinya berbeda.

Itu bukan sekadar gas, melainkan gejala yang kemungkinan besar berkaitan dengan jantung.

Menurut PubMed, gejala tersebut perlu segera mendapat pertolongan medis karena bisa menjadi tanda angina atau serangan jantung yang berisiko fatal.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Untuk membedakan keluhan ringan dari kondisi yang serius, berikut panduan praktis yang bisa membantu:

- Nyeri akibat gas pencernaan: biasanya terasa di area perut, kadang berpindah-pindah, dan berkurang setelah buang angin atau buang air besar.

- Nyeri akibat masalah jantung: umumnya terasa seperti ditekan atau diremas di bagian tengah dada, dapat menjalar ke bahu, rahang, atau punggung. Sering muncul saat melakukan aktivitas fisik atau mengalami stres.

- Jika nyeri dada disertai pusing, keringat dingin, sesak napas, atau mual parah, segera menuju instalasi gawat darurat.

Cara Mengatasi dan Mencegah Angin Duduk

1. Keluhan gas atau kembung

Makan secara perlahan dan hindari menelan udara berlebihan.

Batasi konsumsi makanan yang memicu gas, seperti kacang-kacangan, kol, atau minuman berkarbonasi.

Berjalan ringan atau melakukan peregangan sederhana setelah makan dapat membantu gas keluar.

2. Keluhan yang mengarah ke jantung

Segera hentikan aktivitas dan duduk tenang.

Jika memiliki riwayat penyakit jantung, gunakan obat yang diresepkan dokter, seperti nitrogliserin, sesuai petunjuk.

Hubungi layanan medis darurat untuk mendapatkan pertolongan cepat.

 

Angin duduk yang selama ini dianggap mematikan sebenarnya perlu didefinisikan dengan tepat.

Jika hanya keluhan gas atau perut kembung, kondisi ini tidak membahayakan jiwa dan dapat diatasi dengan pola makan dan gaya hidup sehat.

Namun, jika nyeri muncul di dada dan disertai gejala lain yang khas pada masalah jantung, maka itu adalah keadaan darurat medis yang bisa berakibat fatal. (*)

Editor : Miftahul Khair
#mitos #serangan jantung #angin duduk #fakta #nyeri dada