Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Waspada Penuaan Otak, Cegah Pikun Dini dengan Ubah Kebiasaan Sehari-hari!

Miftahul Khair • Kamis, 18 September 2025 | 14:53 WIB
Cara mencegah penuaan otak atau brain aging dengan mengubah kebiasaan sehari-hari.
Cara mencegah penuaan otak atau brain aging dengan mengubah kebiasaan sehari-hari.

PONTIANAK POST - Sering lupa meletakkan barang atau tiba-tiba kehilangan kata saat berbicara?

Kondisi ini bisa menjadi tanda penuaan otak yang sering tidak disadari, namun kabar baiknya, risiko tersebut bisa ditekan dengan memperbaiki gaya hidup sehari-hari.

Masalah lupa yang muncul di usia muda sering kali dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa menjadi sinyal awal yang mengarah pada gejala awal penuaan otak dan berisiko berkembang menjadi pikun dini.

Kondisi ini bukan hanya dialami oleh orang lanjut usia saja, melainkan juga bisa juga menyerang mereka yang masih aktif di usia produktif.

Penuaan sendiri adalah proses alami yang dialami semua bagian tubuh, termasuk organ penting di tubuh manusia ini.

Kondisi yang disebut brain aging atau penuaan otak ini biasanya terjadi perlahan dan sering luput dari perhatian, sehingga banyak orang tidak menyadari perubahan yang terjadi di dalam diri mereka.

Tanda Awal Penuaan Otak

Beberapa tanda awal yang sering muncul antara lain mudah lupa, sulit fokus, dan menurunnya kemampuan untuk mengambil keputusan. Jika dibiarkan terus, gejala tersebut dapat berlanjut menjadi pikun dini atau bahkan demensia.

Melansir dari National Institute on Aging (NIA), penurunan fungsi ini berkaitan dengan berkurangnya jumlah sel saraf serta melemahnya koneksi antar neuron.

Meski demikian, penuaan otak bukan berarti seseorang kehilangan produktivitas.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa organ ini juga memiliki kemampuan neuroplastisitas, yaitu beradaptasi dan membentuk koneksi baru meski usia terus bertambah.

Artinya, otak itu tetap bisa dilatih agar tetap tajam dan aktif bila mendapat stimulasi serta perawatan yang tepat dengan gaya hidup sehat yang konsisten setiap hari.

Namun sayangnya, banyak dari kebiasaan sehari-hari kita yang justru dapat mempercepat penuaan otak, seperti merokok, tekanan darah tinggi, gula darah tidak terkontrol, kurang tidur, jarang bergerak, serta pola makan yang tidak sehat juga bisa menghambat aliran darah ke sel otak.

Baca Juga: Sadar Nggak? Pemanis Buatan Bikin Otak 1,6 Tahun Lebih Tua

Melansir dari Alodokter pula, kekurangan nutrisi, stres, bahkan penggunaan gawai berlebihan juga menjadi pemicu utama yang dapat semakin memperburuk kondisinya.

Penyebab utamanya tidak melulu harus dari faktor genetik, melainkan juga bisa dari kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat.

Aliran darah yang tidak lancar ke sel otak dapat mengurangi suplai oksigen dan nutrisi, sehingga memicu penurunan fungsi memori dan konsentrasi pada diri.

Itulah sebabnya mengapa perubahan gaya hidup sehari - hari bisa memberi dampak besar pada pencegahan pikun dini.

Ubah Kebiasaan Sehari-hari

Sebuah akun edukasi kesehatan milik Dokter Medok di TikTok juga telah menegaskan bahwa risiko ini tentunya bisa ditekan melalui perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa langkah yang bisa diterapkan antara lain:

1. Berhenti Merokok

Rokok mengandung zat berbahaya yang dapat merusak pembuluh darah, termasuk yang menyuplai otak.

Dengan berhenti menghentikan kebiasaan ini, aliran darah akan lebih lancar sehingga selnya akan tetap terjaga kesehatannya.

2. Mengontrol Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko kerusakan selnya karena pembuluh darah bisa melemah atau pecah.

Menjaga tekanan darah tetap normal dapat dilakukan dengan diet seimbang, mengatur pola makan, manajemen stres, dan rutin memeriksa tekanan darah penting untuk dilakukan sejak dini.

3. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik membantu melancarkan aliran darah, memperbaiki metabolisme, sekaligus memicu produksi neurotransmiter yang berperan penting dalam menjaga daya ingat dan konsentrasi.

4. Menjaga Kualitas Tidur

Tidur yang cukup dan berkualitas membantu otak melakukan proses pemulihan energi.

Sehingga kurang tidur terbukti dapat menurunkan kemampuan fokus, mengganggu konsentrasi, bahkan memperburuk daya ingat.

5. Mengontrol Gula Darah

Kadar gula yang tinggi dapat merusak pembuluh darah halus, termasuk di otak, sehingga pola makan sehat dan membatasi gula menjadi langkah pencegahan penting.

6. Membatasi Pemakaian Gawai

Penggunaan gawai berlebihan dapat mengganggu pola tidur, menurunkan fokus, serta mengurangi interaksi sosial yang penting bagi kesehatan otak, sehingga perlu dibatasi dengan memerapkan jadwal penggunaan yang seimbang agar otak tidak terlalu terbebani oleh arus informasi yang cepat dan berlebihan.

7. Terus Belajar Hal Baru

Aktivitas belajar seperti membaca, menulis, atau mencoba keterampilan baru dapat meningkatkan jumlah sinaps, yaitu hubungan antar sel saraf. Semakin banyak sinaps yang terbentuk, semakin sehat dan kuat otak kita.

Penutup

Dengan kesadaran untuk menjaga gaya hidup tetap sehat, risiko pikun dini bisa ditekan sehingga otak tetap tajam dan bermanfaat sepanjang usia.

Penuaan otak memang tidak bisa dihindari, tetapi melalui kebiasaan yang tepat, setiap orang dapat mempertahankan kualitas hidup dan produktivitas hingga usia lanjut. Jadi, yuk mari sama - sama kita cegah pikun dini. (kar/mgg)

Editor : Miftahul Khair
#Tanda-tanda #Pikun Dini #Kebiasaan Sederhana #penuaan otak