PONTIANAK POST - Vertigo sering disalahartikan hanya sebagai pusing biasa.
Padahal, ini merupakan gangguan medis yang dapat mengganggu keseimbangan, menurunkan kualitas hidup, bahkan meningkatkan risiko cedera.
Gejalanya adalah sensasi berputar, baik pada tubuh sendiri maupun lingkungan sekitar, meski sebenarnya tidak ada gerakan.
Kondisi ini bisa muncul secara tiba-tiba, berlangsung singkat, atau menetap dalam jangka waktu lebih lama.
Walau sebagian kasus tergolong ringan, bahaya yang ditimbulkan tidak boleh diabaikan.
Jika tidak ditangani dengan tepat, ia dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama bagi lansia atau individu dengan kondisi kesehatan tertentu.
Apa Itu Vertigo?
Menurut NHS UK, ia adalah gangguan keseimbangan yang membuat penderita merasa tubuhnya atau lingkungannya bergerak padahal sebenarnya tidak.
Sensasi ini berbeda dengan pusing biasa karena melibatkan sistem vestibular, yaitu bagian dalam telinga dan otak yang mengatur keseimbangan tubuh.
Ia bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi lain yang mendasarinya. Beberapa gangguan yang sering memicunya antara lain masalah pada telinga bagian dalam, infeksi, migrain vestibular, hingga gangguan saraf pusat.
Mengenal Jenis Vertigo
1. Vertigo Perifer
Terjadi akibat masalah pada telinga bagian dalam, misalnya infeksi atau pergerakan partikel kecil pada saluran telinga.
Jenis ini adalah yang paling umum dan biasanya terkait dengan Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV).
2. Vertigo Sentral
Disebabkan oleh gangguan pada otak, khususnya otak kecil (cerebellum) atau batang otak. Kondisi ini lebih jarang, namun bisa menandakan penyakit serius seperti stroke atau tumor.
Berdasarkan data yang dirujuk dari Mayo Clinic BPPV, meski disebut “jinak”, dapat sangat mengganggu aktivitas dan meningkatkan risiko jatuh jika tidak ditangani.
Gejala Vertigo yang Harus Dikenali
Gejala vertigo bisa berbeda-beda pada tiap orang, tetapi secara umum mencakup:
- Sensasi berputar (tubuh atau lingkungan terasa berputar)
- Hilang keseimbangan dan sulit berdiri tegak
- Mual dan muntah
- Keringat dingin
- Gerakan mata tidak normal (nystagmus)
Gejala dapat berlangsung beberapa detik, menit, hingga berjam-jam. Pada kasus tertentu, ia bisa datang tiba-tiba saat mengubah posisi kepala, misalnya ketika bangun tidur atau menoleh.
Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Kondisi ini lebih dari sekadar rasa pusing. Berdasarkan informasi yang dirujuk dari MedlinePlus dan Cleveland Clinic, ada beberapa bahaya yang patut diwaspadai:
1. Risiko Jatuh dan Cedera
Penderita sering kehilangan keseimbangan, sehingga lebih rentan jatuh.
Hal ini sangat berbahaya bagi lansia karena bisa menyebabkan patah tulang, cedera kepala, hingga menurunkan kualitas hidup secara signifikan.
2. Gangguan Aktivitas Sehari-Hari
Serangannya bisa mengganggu pekerjaan, kegiatan belajar, hingga aktivitas rumah tangga.
Penderita sering kesulitan berjalan, berdiri, atau bahkan sekadar menoleh.
3. Bahaya Saat Berkendara
Jika muncul secara tiba-tiba tentu sangat berbahaya.
Terlebih apabila terjadi saat mengemudi atau mengoperasikan mesin.
Risiko kecelakaan bisa meningkat karena kehilangan fokus dan keseimbangan.
4. Tanda Penyakit Serius
Ia dapat menjadi gejala awal penyakit serius seperti stroke, migrain vestibular, atau tumor otak.
Jika gejala disertai penglihatan ganda, bicara pelo, kelemahan pada anggota tubuh, atau sakit kepala mendadak yang hebat, kondisi ini memerlukan penanganan darurat.
Faktor Risiko Vertigo
Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami vertigo, antara lain:
- Usia lanjut (karena fungsi telinga bagian dalam menurun)
- Riwayat migrain
- Cedera kepala atau leher
- Infeksi telinga dalam
- Riwayat keluarga dengan gangguan vestibular
Vertigo juga bisa dipicu oleh perubahan posisi tubuh yang mendadak, stres, atau efek samping obat tertentu.
Dampak Jangka Panjang Vertigo
Jika dibiarkan tanpa penanganan, dampaknya bisa meluas ke aspek fisik maupun psikologis:
- Kecemasan berlebih karena takut serangan kambuh tiba-tiba
- Gangguan tidur akibat rasa pusing berulang
- Menurunnya produktivitas kerja atau belajar
- Isolasi sosial, karena penderita menghindari aktivitas luar rumah yang berisiko memicu
Baca Juga: Bangun Tidur Sakit Kepala? Ini 6 Penyebab Utama dan Cara Mengatasinya!
Penutup
Vertigo bukanlah pusing biasa. Kondisi ini dapat menimbulkan risiko jatuh, mengganggu aktivitas, hingga menjadi tanda penyakit serius.
Memahami gejala, jenis, serta faktor resikonya sangat penting agar penderita dapat segera mencari pertolongan medis.
Dengan diagnosis dan penanganan tepat, vertigo dapat dikendalikan sehingga penderita tetap bisa beraktivitas normal (*)
Editor : Miftahul Khair