PONTIANAK POST – Diabetes kini bukan lagi penyakit yang hanya menyerang usia lanjut, melainkan juga semakin banyak ditemukan pada generasi muda.
Pola hidup serba instan, kurangnya aktivitas fisik, serta konsumsi berlebihan makanan dan minuman manis menjadi pemicu utamanya.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa risiko diabetes dapat ditekan dengan konsistensi menjaga gaya hidup sehat sejak dini.
Melansir dari World Health Organization (WHO), diabetes sendiri adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam tubuh, yang bila tidak dikendalikan, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti kerusakan ginjal, jantung, saraf, hingga gangguan penglihatan.
Dalam beberapa tahun terakhir, penderita diabetes di usia muda terus meningkat. Faktor risikonya erat dengan gaya hidup modern seperti: konsumsi makanan cepat saji, minuman manis, kurang olahraga, pola tidur berantakan, serta kebiasaan duduk terlalu lama karena penggunaan gawai.
Meski begitu, diabetes bukanlah takdir yang tidak bisa dihindari. Dengan perubahan kebiasaan sederhana dan pencegahan sejak dini dapat menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyakit ini secara signifikan.
Karena kita tahu bersama bahwa diabetes itu bukan hanya masalah genetik, melainkan juga erat kaitannya dengan pola hidup sehari-hari.
Cara Mencegah Diabetes di Usia Muda
Ada beberapa cara praktis yang dapat dilakukan generasi muda untuk mencegah munculnya diabetes, dan langkah - langkah ini bisa dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari.
Dilansir dari akun TikTok ohwyunie, ada empat hal penting yang wajib untuk kalian lakukan, yaitu:
1. Kurangi Konsumsi Makanan dan Minuman Manis
Kita juga dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi kalori, gula, dan lemak, seperti makanan cepat saji, makanan olahan, kue, dan es krim yang sering kali menjadi penyebab utama naiknya kadar gula darah.
Kadar gula berlebih juga dapat meningkatkan risiko resistensi insulin.
Sebagai gantinya, kalian dapat memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung banyak serat dan karbohidrat kompleks, misalnya nasi merah, buah, sayur, kacang merah, dan kacang polong.
Selain itu, Anda juga disarankan untuk makan dalam porsi kecil tetapi sering dan tidak melewatkan sarapan. Tujuannya adalah untuk membantu mengontrol kadar gula darah agar tidak melonjak secara signifikan.
2. Jaga Berat Badan Ideal
Menurunkan berat badan atau menjaga berat badan tetap ideal bisa membantu mengurangi risiko terkena diabetes.
Sebuah riset menyebutkan bahwa menurunkan berat badan sebesar 7–10% dengan berolahraga dan menjaga pola makan bisa mengurangi risiko terkena diabetes.
Tidak hanya itu, menjaga berat badan tetap ideal juga dapat mengurangi risiko Anda terkena penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
Untuk menjaga berat badan tetap ideal, fokuslah pada pola makan yang terkontrol dan perubahan kebiasaan makan yang berlebihan.
3. Olahraga rutin
Berolahraga selama 30 menit setiap hari dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Efeknya, sel-sel tubuh bisa menggunakan glukosa di aliran darah secara optimal sehingga kadar gula darah tetap stabil.
Kalian bisa memulainya dengan olahraga yang ringan terlebih dahulu, seperti berjalan kaki, bersepeda, joging, lari, dan yoga yang dapat membantu metabolisme tubuh.
Selain itu pula, aktivitas fisik juga dapat membantu tubuh menggunakan gula darah sebagai energinya.
4. Rutin Cek Gula Darah dan Kesehatan Lengkap
Anda juga dianjurkan untuk melakukan pengecekan gula darah secara berkala ke dokter. Tes gula darah bertujuan untuk memastikan kadar gula darah kalian tetap stabil sekaligus mendeteksi sejak dini penyakit diabetes.
Jika Anda tergolong sehat dan tidak berisiko tinggi terkena diabetes, tes gula darah dapat dilakukan minimal 1 kali dalam setahun.
Akan tetapi bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga diabetes, perlu untuk cek kesehatan lengkap bagi mendeteksi dini gejala pradiabetes.
Penutup
Mencegah diabetes di usia muda bukanlah hal sulit jika dibarengi dengan kesadaran penuh dan niat menjaga pola hidup sehat sejak dini, sebab pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.
Dengan konsistensi menjalani kebiasaan gaya hidup sehat pula, generasi muda dapat menekan risiko diabetes, terhindar dari ancaman penyakit kronis berbahaya, dan tetap produktif di masa depan.
Karena itu, kesehatan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas hidup, produktivitas dan kebahagiaan setiap orang. (kar/mgg)
Editor : Miftahul Khair