Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Waspada Campak! Kenali Gejala Awal dan Cara Pencegahannya

Miftahul Khair • Selasa, 30 September 2025 | 14:54 WIB
Kenali gejala awal campak dan cara pencegahannya.
Kenali gejala awal campak dan cara pencegahannya.

PONTIANAK POST - Campak adalah penyakit virus yang sangat menular. Penyakit ini masih menjadi penyebab kematian utama anak-anak di seluruh dunia, meskipun vaksin yang aman dan efektif telah tersedia.

Bayangkan penyakit yang bisa dicegah sepenuhnya dengan suntikan sederhana, namun masih merenggut nyawa ribuan anak setiap tahun, infeksi virus yang sangat menular dan tetap menjadi momok global meskipun vaksin MMR telah tersedia sejak puluhan tahun lalu.

Bagi sebagian orang, penyakit ini hanyalah ruam sementara dengan demam yang reda dalam hitungan hari, tapi kenyataannya, penyakit ini bisa berubah menjadi mimpi buruk dengan komplikasi mematikan, khususnya bagi balita di bawah 5 tahun yang rentan.

Penyakit campak kini kembali menimbulkan ancaman serius di Pontianak, Kalimantan Barat, ditandai dengan peningkatan kasus yang drastis sejak 2023 dipicu oleh rendahnya tingkat imunisasi lengkap di kalangan masyarakat lokal dan mencapai titik tertinggi pada pertengahan 2025.

Berdasarkan catatan, sebagian besar pasien yang dirawat ternyata tidak memiliki riwayat vaksinasi yang sempurna, sehingga menimbulkan keresahan atas minimnya pemahaman masyarakat mengenai kebutuhan vaksinasi.

Dalam kurun waktu Januari hingga Maret 2023, Pontianak mendata sebanyak 307 kasus campak. Angka tersebut memicu sebuah penelitian yang mengidentifikasi bahwa penyebab utama penyebaran adalah ketidaklengkapan status imunisasi serta paparan langsung dengan penderita di lingkungan rumah tangga. Pola penyebaran juga tampak gamblang, dengan mayoritas tempat tinggal para penderita yang bersebelahan.

Data dari RSUD Dr. Soedarso Pontianak menunjukkan situasi penyakit ini yang patut diwaspadai pada pertengahan 2025. Tercatat, sedikitnya 37 pasien harus menjalani rawat inap dalam periode tiga bulan antara Juni dan Agustus, angka yang mengindikasikan adanya transmisi penularan yang signifikan di komunitas.

Cara Penularan Campak

Dilansir dari website resmi WHO (World Health Organization), campak ditularkan melalui droplet dari hidung, mulut, atau tenggorokan orang yang terinfeksi.

Gejala awal, yang biasanya muncul 10–14 hari setelah infeksi, meliputi demam tinggi, pilek, mata merah, dan bintik-bintik putih kecil di bagian dalam mulut. Beberapa hari kemudian, ruam muncul, dimulai di wajah dan leher bagian atas, lalu secara bertahap menyebar ke bawah.

Campak berat lebih mungkin terjadi pada anak-anak kecil yang gizinya buruk, terutama mereka yang kekurangan vitamin A, atau yang sistem kekebalan tubuhnya telah melemah akibat HIV/AIDS atau penyakit lainnya. Komplikasi paling serius meliputi kebutaan, ensefalitis (infeksi yang menyebabkan pembengkakan otak), diare berat dan dehidrasi terkait, serta infeksi pernapasan berat seperti pneumonia.

Cara Pencegahan Campak

Lakukan vaksinasi rutin untuk anak-anak, dikombinasikan dengan kampanye imunisasi massal di negara-negara dengan cakupan rutin rendah, merupakan strategi kesehatan masyarakat utama untuk mengurangi kematian akibat campak global.

Vaksin campak telah digunakan sejak tahun 1960-an. Vaksin ini aman, efektif, dan murah. WHO merekomendasikan imunisasi untuk semua anak dan dewasa rentan yang tidak memiliki kontraindikasi terhadap vaksinasi campak.

Menjangkau semua anak dengan 2 dosis vaksin campak, baik tunggal, maupun kombinasi campak-rubela (MR), campak-gondong-rubela (MMR), atau campak-gondong-rubela-varisela (MMRV), harus menjadi standar untuk semua program imunisasi nasional.

Dilansir dari website resmi CDC (Centers for Disease Control and Prevention, AS), cara terbaik untuk melindungi diri dari penyakit ini adalah dengan vaksin campak, gondok, dan rubela (MMR). MMR aman dan efektif. Dua dosis vaksin MMR sekitar 97% efektif dalam mencegah campak, satu dosis sekitar 93% efektif.

Penutup

Ambil langkah proaktif untuk kesehatan Anda dengan mencegah campak, gondongan, dan rubela melalui vaksinasi MMR.

Jadwalkan diskusi dengan penyedia layanan kesehatan Anda untuk meninjau status imunisasi Anda, khususnya sebelum melakukan perjalanan domestik maupun internasional, guna meminimalkan risiko penularan. (ain/mgg)

Editor : Miftahul Khair
#pengobatan #penularan #Vaksinasi #gejala #campak #pencegahan