Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Sering Begadang atau Tidur Terlalu Lama, Awas Berat Badan Bisa Naik Tanpa Kamu Sadari

Syeti Agria Ningrum • Jumat, 10 Oktober 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi mengonsumsi makanan tinggi kalori pada malam hari dapat mengganggu pola tidur dan berpotensi meningkatkan berat badan tanpa disadari.
Ilustrasi mengonsumsi makanan tinggi kalori pada malam hari dapat mengganggu pola tidur dan berpotensi meningkatkan berat badan tanpa disadari.

PONTIANAK POST - Kebanyakan orang tahu bahwa menjaga pola makan dan olahraga teratur penting untuk menurunkan berat badan. Tapi ternyata, ada satu faktor lain yang sering diabaikan adalah kualitas tidur.

Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan istirahat yang buruk dapat mengacaukan metabolisme tubuh, meningkatkan nafsu makan, dan membuat tubuh lebih sulit membakar lemak tanpa kita sadari.

Menurut Sleep Foundation, tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan proses biologis penting yang berpengaruh pada hormon, sistem saraf, dan keseimbangan energi tubuh.

Ketika kita begadang, sinyal-sinyal tubuh yang mengatur rasa lapar dan kenyang ikut kacau.

Baca Juga: Penyebab Badan Lemas Setelah Bangun Tidur yang Sering Diabaikan dan Cara Mengatasinya

Kurang Tidur Mengacaukan Hormon Pengatur Nafsu Makan

Tubuh kita memiliki dua hormon utama yang berperan dalam mengatur rasa lapar:

Menurut penelitian yang dikutip dari Tufts Now, istirahat kurang dari 7 jam per malam dapat meningkatkan kadar ghrelin dan menurunkan leptin. Akibatnya, seseorang jadi lebih sering lapar, bahkan setelah makan.

Selain itu, otak yang kekurangan istirahat juga lebih sensitif terhadap makanan tinggi gula dan lemak. Itulah sebabnya setelah begadang, banyak orang cenderung mencari camilan manis atau makanan cepat saji.

Tips praktis:

Baca Juga: Manfaat Matikan Lampu Saat Tidur: Bisa Tingkatkan Energi dan Kulit Sehat, Ini Alasannya!

Tidur Terlalu Larut Ganggu Ritme Sirkadian dan Metabolisme

Tubuh manusia bekerja mengikuti jam biologis yang disebut ritme sirkadian — sistem alami yang mengatur kapan tubuh harus aktif dan kapan beristirahat. 

Dirujuk dari Sleep Foundation, kebiasaan begadang bisa mengacaukan ritme ini, yang pada akhirnya mempengaruhi metabolisme dan pembakaran energi.

Orang yang sering begadang di atas pukul 12 malam cenderung makan lebih malam, dan tubuh mereka membakar kalori lebih sedikit di pagi hari. 

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa menyebabkan penumpukan lemak terutama di area perut.

Tips menjaga ritme:

Baca Juga: Tips Tidur Nyenyak Setiap Malam, Coba Metode 3-2-1 yang Terbukti Ampuh

Begadang dan Kafein Tinggi Bisa Picu Berat Badan Naik

Begadang sering diiringi konsumsi kafein atau makanan ringan tinggi kalori. Verywell Health menyoroti bahwa minuman berkafein (kopi, teh, atau soda) di malam hari tidak hanya mengganggu kualitas, tapi juga menyebabkan tubuh kesulitan memproses gula darah.

Kurang istirahat juga membuat tubuh mencari “energi cepat” dari karbohidrat dan gula sederhana. Masalahnya, aktivitas malam biasanya rendah jadi kelebihan kalori tersebut tidak terbakar dan disimpan sebagai lemak tubuh.

Tips sehat saat begadang:

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau pada Bantal dengan dengan Bahan Sederhana agar Tidur Lebih Nyaman

Tidur Berkualitas Bantu Tubuh Membakar Lemak

Hal ini bukan hanya soal durasi, tapi juga kualitasnya. Dalam fase (deep sleep), tubuh memperbaiki jaringan otot dan mengatur hormon metabolik seperti insulin dan kortisol.

Menurut Verywell Health, istirahat yang berkualitas bisa membantu menurunkan kadar kortisol (hormon stres) yang jika terlalu tinggi dapat menyebabkan penumpukan lemak di perut. Sebaliknya, istirahat yang terganggu membuat kortisol meningkat dan metabolisme melambat.

Cara meningkatkan kualitas tidur:

Waktu Tidur Mempengaruhi Pola Makan Harian

Hal ini juga berpengaruh terhadap jam makan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Orang yang begadang sering melewatkan sarapan dan mengganti dengan makanan cepat saji di siang hari.

Padahal, sarapan sehat di pagi hari membantu menstabilkan kadar gula darah dan mencegah makan berlebihan di malam hari.

Dilansir dari Tufts Now menyebut bahwa orang dengan jadwal istirahat tidak teratur memiliki pola makan yang cenderung tinggi kalori dan rendah serat, sehingga risiko obesitas meningkat meski porsi makannya tampak sama.

Tips mengatur pola makan dan tidur:

Baca Juga: Jika Anda Tidur Bersama Hewan Peliharaan, Ini 7 Sifat Unik Menurut Psikologi

Tidur yang Buruk Ganggu Keseimbangan Energi Tubuh

Menurut Sleep Foundation, kekurangan istirahat membuat tubuh lebih mudah lelah, sehingga aktivitas fisik berkurang. 

Tubuh menjadi kurang aktif, sementara nafsu makan meningkat kombinasi ini secara tidak langsung menyebabkan keseimbangan energi negatif, yaitu kalori masuk lebih banyak daripada yang terbakar.

Selain itu, kurang istirahat dapat mempengaruhi sensitivitas insulin, meningkatkan risiko resistensi insulin yang berkaitan dengan penumpukan lemak dan peningkatan berat badan.

Tips menjaga energi seimbang:

Istirahat kurang, larut, dan tidak berkualitas bisa mengganggu hormon, nafsu makan, dan metabolisme, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan berat badan tanpa disadari.

Dengan istirahat yang cukup dan berkualitas, tubuh akan bekerja lebih efisien dalam membakar energi dan menjaga berat badan tetap stabil. (*)

Editor : Miftahul Khair
#kenaikan berat badan #POLA #metabolisme #tidur #kurang #terlalu lama