Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ahli Ungkap Efek Blue Light dari Gadget Bisa Merusak Kulit dan Memicu Penuaan Dini, Berikut Penjelasannya!

Syeti Agria Ningrum • Jumat, 10 Oktober 2025 | 16:00 WIB
Ilustrasi Paparan cahaya biru (blue light) dari layar gadget dalam waktu lama dapat mempengaruhi kesehatan kulit dan memicu penuaan dini.
Ilustrasi Paparan cahaya biru (blue light) dari layar gadget dalam waktu lama dapat mempengaruhi kesehatan kulit dan memicu penuaan dini.

PONTIANAK POST - Hampir semua aktivitas kini dilakukan lewat layar, bekerja di depan laptop, bermain handphone sebelum tidur, atau menonton serial favorit di tablet. 

Namun dibalik kemudahan itu, ada satu efek yang sering diabaikan: paparan sinar biru (blue light) yang bisa mempercepat penuaan kulit meskipun kamu jarang keluar rumah.

Banyak orang mengira penuaan dini hanya disebabkan oleh paparan sinar matahari. Faktanya, blue light dari layar digital seperti ponsel, komputer, dan televisi juga memiliki energi tinggi yang dapat merusak struktur kulit jika terjadi terus-menerus.

Berbagai penelitian dermatologi modern kini mulai membuktikan bahwa efeknya tidak kalah serius dibanding sinar UV.

Baca Juga: Awas! Handphone Bisa Jadi Benda Paling Kotor di Rumah, Begini Cara Aman Membersihkannya

Apa Itu Blue Light dan Dari Mana Asalnya?

Blue light adalah bagian dari spektrum cahaya tampak dengan panjang gelombang antara 400–500 nanometer.

Sumber alaminya adalah matahari, tetapi sumber buatan seperti layar ponsel, laptop, TV, hingga lampu LED kini menjadi penyumbang terbesar dalam kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari Journal of Cosmetic Dermatology, sinar biru memiliki energi tinggi yang bisa menembus lapisan dermis kulit, tempat sel fibroblas (penghasil kolagen) berada. 

Jika paparan terjadi dalam waktu lama, sel-sel kulit mengalami stres oksidatif, yang mempercepat kerusakan jaringan dan memperburuk kondisi kulit.

Stres Oksidatif Penyebab Kulit Menua

Dilansir dari riset dari National Center for Biotechnology Information menemukan bahwa blue light memicu pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) zat berbahaya yang membuat sel kulit kelelahan.

Para ahli menyebut kondisi ini sebagai “digital photoaging” penuaan kulit akibat paparan cahaya digital.

Berbeda dari sinar matahari yang terasa panas, cahaya biru tidak langsung terasa di kulit, sehingga kita sering tidak sadar sedang terpapar.

 

Dampak Blue Light terhadap Kulit

Paparan blue light dapat menurunkan produksi kolagen tipe I dan meningkatkan enzim MMP-1, yang berperan dalam penghancuran serat kolagen.

Ketika produksi kolagen menurun, kulit kehilangan struktur pendukungnya dan mulai kendur.

Sementara itu, studi PMC (2024) tentang “Pigmentation Effects of Blue Light on Skin” menjelaskan bahwa sinar biru meningkatkan aktivitas melanosit, yaitu sel penghasil pigmen kulit.

Efeknya? Kulit bisa menjadi lebih gelap atau belang, bahkan jika kamu hanya berada di ruangan ber-AC sepanjang hari.

Inilah sebabnya mengapa banyak pekerja kantoran atau mahasiswa yang menghabiskan waktu di depan layar sering mengeluh kulitnya tampak kusam, meski jarang terkena matahari langsung.

Cara Melindungi Kulit dari Bahaya Blue Light

Untungnya, efek negatif sinar biru bisa diminimalkan dengan kebiasaan sederhana. Berikut rekomendasi dari para ahli dermatologi:

1. Gunakan skincare dengan antioksidan tinggi.

Pilih produk yang mengandung Vitamin C, E, Niacinamide, atau Resveratrol, yang berfungsi menetralisir radikal bebas akibat blue light.

2. Pakai sunscreen dengan perlindungan HEV (High Energy Visible Light).

Sunscreen biasa hanya melindungi dari UVA dan UVB, tapi produk dengan kandungan iron oxide bisa membantu melindungi dari sinar biru.

3. Aktifkan “night mode” atau filter blue light di gadget.

Fitur ini mengubah warna layar menjadi lebih hangat dan mengurangi intensitas paparan cahaya biru.

 

 

4. Istirahatkan kulit dan tidur cukup.

Regenerasi kulit paling optimal terjadi antara pukul 22.00–02.00. Hindari menatap layar 1 jam sebelum tidur agar kulit punya waktu “bernapas”.

5. Gunakan pelindung fisik seperti kacamata anti-blue light.

Selain menjaga mata, ini juga membantu menurunkan jumlah sinar biru yang memantul ke wajah. (*)

Editor : Miftahul Khair
#gadget #blue light #handphone #penuaan dini #merusak kulit