Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Waspada! Ini 6 Tanda Serangan Jantung yang Sering Diabaikan dan Bisa Berakibat Fatal

Syeti Agria Ningrum • Senin, 20 Oktober 2025 | 16:00 WIB
Ilustrasi seorang pria lanjut usia merasakan nyeri dada hebat, menggambarkan gejala serangan jantung yang perlu segera mendapat pertolongan medis.
Ilustrasi seorang pria lanjut usia merasakan nyeri dada hebat, menggambarkan gejala serangan jantung yang perlu segera mendapat pertolongan medis.

PONTIANAK POST - Serangan jantung atau heart attack adalah salah satu kondisi darurat medis paling berbahaya di dunia. 

Dilansir dari American Heart Association (AHA), penyakit jantung koroner dan serangan jantung menjadi penyebab kematian nomor satu secara global dan ironisnya, banyak kasus bisa diselamatkan jika pertolongan pertama dilakukan dengan cepat dan tepat.

Di Indonesia, serangan jantung sering terjadi tanpa disadari karena gejalanya mirip dengan kelelahan, gangguan pencernaan, atau nyeri otot biasa. Padahal, setiap menit yang terbuang bisa berakibat fatal. 

Hal ini terjadi ketika aliran darah ke otot organ kardiovaskular terhenti akibat penyumbatan pada arteri koroner. Tanpa suplai darah yang cukup, jaringan organ kardiovaskular mulai mati dalam hitungan menit.

Yang sering diabaikan, serangan tidak selalu menimbulkan nyeri dada hebat seperti di film. Banyak pasien terutama wanita dan lansia justru menunjukkan gejala seperti mual, rasa lemas, atau sesak napas ringan. 

Karena itu, mengenali tanda-tanda awal dan mengetahui langkah pertama yang benar bisa menjadi perbedaan antara hidup dan kehilangan nyawa.

Tanda-Tanda Serangan Jantung yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Setiap orang bisa mengalami gejala yang berbeda. Dilansir dari panduan Mayo Clinic dan AHA, ada beberapa tanda umum yang sering muncul sebelum dan saat serangan jantung berlangsung:

1. Nyeri atau tekanan di dada

Rasa nyeri ini seperti ditekan benda berat, diremas, atau terbakar di tengah dada. Biasanya berlangsung lebih dari beberapa menit, bisa hilang timbul, dan terkadang menjalar ke bahu, lengan kiri, punggung, leher, atau rahang. Ini merupakan tanda paling khas yang dialami oleh sebagian besar pasien pria.

2. Sesak napas

Nafas terasa pendek atau terengah meskipun sedang duduk atau tidak beraktivitas berat. Menurut AHA, ini bisa muncul bersamaan atau mendahului nyeri dada.

3. Keringat dingin dan tubuh terasa lemah

Ketika aliran darah ke organ kardiovaskular berkurang, tubuh merespons dengan pelepasan hormon stres. Akibatnya, penderita berkeringat deras, merasa pusing, lemah, bahkan hampir pingsan.

4. Mual, gangguan pencernaan, atau nyeri ulu hati

Berdasarkan data MedlinePlus, wanita sering salah mengira gejala ini sebagai maag biasa. Padahal, mual dan nyeri di bagian perut atas bisa menandakan serangan jantung yang tidak khas.

Baca Juga: Manfaat Diet Mediterania untuk Kesehatan Jantung

5. Detak jantung tidak teratur

Jantung bisa berdetak cepat, berdebar, atau seolah melompat. Irama organ kardiovaskular yang tidak normal adalah tanda bahwa sistem listrik organ kardiovaskular terganggu akibat kurangnya oksigen.

6. Kelelahan ekstrim tanpa sebab jelas

Menurut AHA, banyak pasien khususnya wanita melaporkan rasa lelah berlebihan selama beberapa hari sebelum serangan terjadi. Ini bukan sekadar lelah fisik, melainkan sinyal tubuh akan kekurangan suplai darah.

Baca Juga: RSUD Khusus Jantung-Kanker Dikebut, Jiwo Mau Selesai Tepat Waktu

Langkah Pertolongan Pertama Saat Serangan Terjadi

Mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menit-menit pertama bisa menyelamatkan nyawa. Berdasarkan panduan Mayo Clinic, American Red Cross, dan MedlinePlus, berikut langkah-langkah darurat yang sebaiknya dilakukan:

1. Segera hubungi layanan medis darurat

Jangan menunda atau mencoba “menunggu gejala reda.” Setiap menit tanpa bantuan medis memperbesar risiko kematian dan kerusakan organ kardiovaskular permanen.

2. Duduk dengan posisi nyaman dan tenangkan diri

Hindari berbaring datar atau berdiri terlalu lama. Posisi duduk bersandar dengan lutut sedikit ditekuk membantu sirkulasi darah tetap stabil ke organ kardiovaskular.

3. Longgarkan pakaian ketat

Buka kancing baju atau dasi yang menghambat pernapasan. Pastikan dada tidak tertekan agar oksigen tetap lancar.

4. Konsumsi aspirin jika memungkinkan

Aspirin dapat membantu mencegah penggumpalan darah. Namun, langkah ini hanya aman dilakukan jika pasien sadar, tidak alergi aspirin, dan tidak memiliki riwayat perdarahan lambung.

5. Jangan menyetir sendiri ke rumah sakit

Panggil ambulans atau minta bantuan orang sekitar. Mengemudi dalam kondisi serangan jantung sangat beresiko karena bisa kehilangan kesadaran di jalan.

6. Segera lakukan CPR jika korban tidak sadar dan tidak bernapas

7. Gunakan AED (Automated External Defibrillator) jika tersedia

Alat ini bisa memberikan kejutan listrik untuk mengembalikan detak organ kardiovaskular normal. Banyak tempat umum kini menyediakan AED, terutama di bandara, kantor besar, dan pusat perbelanjaan.

Waktu Sangat Menentukan

Serangan jantung adalah perlombaan melawan waktu. AHA menjelaskan bahwa setiap menit penundaan berarti semakin banyak sel organ kardiovaskular yang mati akibat kekurangan oksigen. 

Jika penanganan dilakukan dalam “golden hour” yaitu 60 menit pertama peluang hidup bisa meningkat hingga dua kali lipat dibanding mereka yang terlambat ditangani.

Oleh karena itu, tindakan cepat dan pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama menjadi keterampilan penting bagi siapa pun, bukan hanya tenaga medis. (*)

Editor : Miftahul Khair
#serangan jantung #pertolongan pertama #kelelahan #tanda awal #gejala