PONTIANAK POST - Bibir kering dan mengelupas memang terasa mengganggu. Banyak orang tanpa sadar mengupas kulit bibir yang pecah-pecah, baik dengan tangan maupun gigi, dengan alasan ingin membuatnya tampak halus kembali.
Padahal, menurut sejumlah pakar dermatologi, kebiasaan ini bisa memicu infeksi, peradangan, hingga gangguan kulit kronis bila dilakukan terus-menerus.
Penyeban Seseorang Sering Mengupas Kulit Bibir
Menurut Healthline, kebiasaan mengelupas lapisan bagian mulut biasanya muncul karena:
- Bibir terlalu kering akibat udara dingin, panas, atau dehidrasi.
- Kebiasaan menjilat bagian mulut terlalu sering (lip licker’s dermatitis).
- Kecemasan atau stres yang membuat seseorang tak sadar melakukan lip picking berulang.
Dalam dunia medis, perilaku ini termasuk ke dalam gangguan yang disebut dermatillomania atau skin-picking disorder dijelaskan oleh Cleveland Clinic sebagai kebiasaan memetik kulit secara kompulsif yang bisa menimbulkan luka terbuka dan infeksi.
Bahaya dan Risiko Kesehatan dari Mengupas Kulit Bibir
Dilansir dari DermNet NZ, lapisan berbeda dari kulit tubuh lain karena lebih tipis dan tidak memiliki kelenjar minyak. Saat lapisan pelindungnya terkoyak, bagian mulut kehilangan fungsi barier alami dan menjadi sangat rentan.
Berikut beberapa risiko yang bisa muncul jika kamu sering mengelupas lapisan bibir:
1. Infeksi bakteri atau jamur
Luka terbuka akibat lip picking bisa dimasuki bakteri dari tangan atau mulut, memicu infeksi seperti cheilitis (radang bagian mulut) atau bahkan abses kecil.
2. Peradangan kronis (Exfoliative Cheilitis).
Menurut DermNet NZ, kondisi ini terjadi ketika bibir terus-menerus mengelupas, merah, nyeri, dan sulit sembuh karena trauma berulang.
3. Jaringan parut dan perubahan warna.
Bila dilakukan terus-menerus, bisa muncul bekas luka permanen atau perubahan pigmen yang membuat bagian mulut tampak lebih gelap atau belang.
4. Rasa perih dan nyeri berkepanjangan.
Mengupas lapisan bagian mulut yang belum siap terkelupas justru memperparah kekeringan, membuat lapisan baru ikut robek dan menimbulkan rasa perih setiap berbicara atau makan.
5. Masalah psikologis tersembunyi.
Berdasarkan laporan Cleveland Clinic, lip picking berulang sering kali menjadi tanda stres, kecemasan, atau OCD ringan (Obsessive Compulsive Disorder).
Artinya, kebiasaan ini bukan hanya masalah kulit, tetapi juga sinyal dari kondisi emosional yang perlu diperhatikan.
Baca Juga: Bibir Hitam Bikin Kurang Pede? Cara Mudah Mengatasinya dengan Bahan Alami di Rumah
Kapan Harus Waspada?
Menurut JAMA Network, kebiasaan mengupas lapisan ini bisa berkembang menjadi gangguan yang disebut factitious lip crusting kondisi di mana penderita terus melukai bibir sendiri hingga terbentuk kerak tebal, luka terbuka, bahkan infeksi sekunder.
Segera konsultasi ke dokter kulit bila:
- Bagian mulut sering berdarah atau terasa nyeri.
- Lapisan bagian mulut terus mengelupas meski sudah rutin menggunakan pelembab.
- Terdapat luka yang tak kunjung sembuh atau berkerak.
- Kebiasaan ini sulit dihentikan meskipun sudah disadari.
Baca Juga: Bibir Kering Jangan Dikelupas
Cara Aman Mengatasi Bibir Kering Tanpa Harus Dikelupas
Berikut tips aman dari Healthline dan DermNet NZ untuk menjaga kesehatan bagian mulut agar tidak tergoda mengupasnya:
1. Gunakan lip balm berbasis emolien alami, seperti shea butter, petroleum jelly, atau beeswax.
2. Hindari menjilat bagian mulut. Air liur justru membuat bagian mulut makin kering.
3. Minum air yang cukup agar bagian mulut tetap terhidrasi dari dalam.
4. Gunakan humidifier di ruangan ber-AC untuk mencegah udara kering.
5. Oleskan madu alami atau gel lidah buaya untuk membantu regenerasi kulit bagian mulut.
6. Jika terkelupas, biarkan kulitnya lepas sendiri secara alami, jangan dikupas paksa.
Penutup
Dengan perawatan lembut dan konsisten, bagian mulut bisa pulih tanpa perlu tindakan ekstrem yang malah berisiko.
Mengupas kulit bagian mulut memang terasa “memuaskan” sesaat, tapi bisa berakibat panjang. Perilaku ini dapat membuka jalan bagi infeksi, peradangan, bahkan gangguan psikologis bila menjadi kebiasaan.
Alih-alih dikupas, merawat bibir dengan hidrasi, pelembab, dan kesadaran diri. Karena kadang, yang dibutuhkan bibir bukan dikupas tapi dirawat dengan sabar. (*)
Editor : Miftahul Khair