Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bahaya Mengupas Kulit Bibir: Penyebab, Risiko, dan Cara Aman Mengatasinya

Syeti Agria Ningrum • Senin, 20 Oktober 2025 | 17:00 WIB
Ilustrasi wanita memberi peringatan untuk tidak mengupas kulit bibir yang kering.
Ilustrasi wanita memberi peringatan untuk tidak mengupas kulit bibir yang kering.

PONTIANAK POST - Bibir kering dan mengelupas memang terasa mengganggu. Banyak orang tanpa sadar mengupas kulit bibir yang pecah-pecah, baik dengan tangan maupun gigi, dengan alasan ingin membuatnya tampak halus kembali.

Padahal, menurut sejumlah pakar dermatologi, kebiasaan ini bisa memicu infeksi, peradangan, hingga gangguan kulit kronis bila dilakukan terus-menerus.

Penyeban Seseorang Sering Mengupas Kulit Bibir

Menurut Healthline, kebiasaan mengelupas lapisan bagian mulut biasanya muncul karena:

Dalam dunia medis, perilaku ini termasuk ke dalam gangguan yang disebut dermatillomania atau skin-picking disorder dijelaskan oleh Cleveland Clinic sebagai kebiasaan memetik kulit secara kompulsif yang bisa menimbulkan luka terbuka dan infeksi.

Bahaya dan Risiko Kesehatan dari Mengupas Kulit Bibir

Dilansir dari DermNet NZ, lapisan berbeda dari kulit tubuh lain karena lebih tipis dan tidak memiliki kelenjar minyak. Saat lapisan pelindungnya terkoyak, bagian mulut kehilangan fungsi barier alami dan menjadi sangat rentan.

Berikut beberapa risiko yang bisa muncul jika kamu sering mengelupas lapisan bibir:

1. Infeksi bakteri atau jamur

Luka terbuka akibat lip picking bisa dimasuki bakteri dari tangan atau mulut, memicu infeksi seperti cheilitis (radang bagian mulut) atau bahkan abses kecil.

2. Peradangan kronis (Exfoliative Cheilitis).

Menurut DermNet NZ, kondisi ini terjadi ketika bibir terus-menerus mengelupas, merah, nyeri, dan sulit sembuh karena trauma berulang.

3. Jaringan parut dan perubahan warna.

Bila dilakukan terus-menerus, bisa muncul bekas luka permanen atau perubahan pigmen yang membuat bagian mulut tampak lebih gelap atau belang.

4. Rasa perih dan nyeri berkepanjangan.

Mengupas lapisan bagian mulut yang belum siap terkelupas justru memperparah kekeringan, membuat lapisan baru ikut robek dan menimbulkan rasa perih setiap berbicara atau makan.

5. Masalah psikologis tersembunyi.

Berdasarkan laporan Cleveland Clinic, lip picking berulang sering kali menjadi tanda stres, kecemasan, atau OCD ringan (Obsessive Compulsive Disorder).

Artinya, kebiasaan ini bukan hanya masalah kulit, tetapi juga sinyal dari kondisi emosional yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: Bibir Hitam Bikin Kurang Pede? Cara Mudah Mengatasinya dengan Bahan Alami di Rumah

Kapan Harus Waspada?

Menurut JAMA Network, kebiasaan mengupas lapisan ini bisa berkembang menjadi gangguan yang disebut factitious lip crusting kondisi di mana penderita terus melukai bibir sendiri hingga terbentuk kerak tebal, luka terbuka, bahkan infeksi sekunder.

Segera konsultasi ke dokter kulit bila:

Baca Juga: Bibir Kering Jangan Dikelupas

Cara Aman Mengatasi Bibir Kering Tanpa Harus Dikelupas

Berikut tips aman dari Healthline dan DermNet NZ untuk menjaga kesehatan bagian mulut agar tidak tergoda mengupasnya:

1. Gunakan lip balm berbasis emolien alami, seperti shea butter, petroleum jelly, atau beeswax.

2. Hindari menjilat bagian mulut. Air liur justru membuat bagian mulut makin kering.

3. Minum air yang cukup agar bagian mulut tetap terhidrasi dari dalam.

4. Gunakan humidifier di ruangan ber-AC untuk mencegah udara kering.

5. Oleskan madu alami atau gel lidah buaya untuk membantu regenerasi kulit bagian mulut.

6. Jika terkelupas, biarkan kulitnya lepas sendiri secara alami, jangan dikupas paksa.

Penutup

Dengan perawatan lembut dan konsisten, bagian mulut bisa pulih tanpa perlu tindakan ekstrem yang malah berisiko.

Mengupas kulit bagian mulut memang terasa “memuaskan” sesaat, tapi bisa berakibat panjang. Perilaku ini dapat membuka jalan bagi infeksi, peradangan, bahkan gangguan psikologis bila menjadi kebiasaan.

Alih-alih dikupas, merawat bibir dengan hidrasi, pelembab, dan kesadaran diri. Karena kadang, yang dibutuhkan bibir bukan dikupas tapi dirawat dengan sabar. (*)

Editor : Miftahul Khair
#kulit bibir #ahli dermatologi #Efek #mengupas #kebiasaan #bahaya