Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Ternyata Cheat Day Tidak Selalu Buruk, Ini Rahasia Cara Aman Menikmati Makanan Favorit saat Diet

Syeti Agria Ningrum • Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:01 WIB
Ilustrasi seorang wanita yang sedang menikmati makanan cepat saji seperti burger, ayam goreng, dan kue manis saat melakukan cheat day dalam program diet.
Ilustrasi seorang wanita yang sedang menikmati makanan cepat saji seperti burger, ayam goreng, dan kue manis saat melakukan cheat day dalam program diet.

PONTIANAK POST - Menjalani diet sering kali membuat seseorang berada di titik jenuh. Menahan diri dari makanan manis, gorengan, atau kopi susu favorit bisa membuat stres dan akhirnya kehilangan motivasi.

Karena itu, banyak pelaku diet menerapkan konsep cheat day satu hari atau satu kali makan di mana mereka bebas menikmati makanan di luar aturan diet.

Beberapa pakar dari menilai, cheat day bisa memberikan manfaat dan risiko tergantung pada bagaimana kita menerapkannya.

Baca Juga: Sourdough Bread Bukan Sekadar Viral, Ini Alasan Ilmiah Mengapa Roti Ini Cocok untuk Diet Seimbang

Manfaat Cheat Day Saat Diet

1. Menjaga Keseimbangan Psikologis dan Emosional

Dilansir dari Healthline, cheat day membantu mengurangi tekanan mental saat menjalani pola makan ketat.

Saat seseorang diizinkan menikmati makanan kesukaannya, hormon dopamin (hormon kebahagiaan) bisa meningkat. 

Hal ini membantu mengurangi rasa stres, meningkatkan mood, dan menjaga semangat untuk melanjutkan diet keesokan harinya.

Banyak pelaku diet yang berhenti di tengah jalan bukan karena lapar, tapi karena merasa “terkurung” oleh aturan.

Cheat day memberi ruang fleksibilitas agar diet terasa lebih manusiawi dan tidak ekstrim.

2. Meningkatkan Kinerja Hormon Leptin dan Metabolisme

Beberapa penelitian yang dilansir dari NASM Blog menunjukkan bahwa peningkatan asupan kalori sementara dapat menstimulasi hormon leptin.

Hormon ini berperan penting dalam mengatur rasa lapar dan sinyal kenyang.

Ketika kita terlalu lama defisit kalori, kadar leptin bisa menurun, membuat tubuh “menahan” pembakaran energi.

Dengan adanya cheat meal sesekali, tubuh seolah diberi sinyal bahwa tidak sedang “kelaparan,” sehingga metabolisme bisa tetap aktif.

Meskipun belum semua studi sepakat dengan teori ini, beberapa ahli kebugaran menganggap strategi ini bisa membantu menjaga performa tubuh selama diet.

Baca Juga: Resep Mie Ayam Jamur Sehat di Rumah, Rendah Lemak dan Aman untuk Program Diet

3. Mencegah Efek Yo-Yo dan Rasa Bersalah Berlebihan

Menurut Cleveland Clinic, memberi ruang untuk cheat day dapat membantu seseorang lebih konsisten dalam jangka panjang.

Diet yang terlalu ketat sering kali membuat pelakunya “meledak” di tengah jalan akhirnya makan berlebihan dan gagal menjaga berat badan.

Dengan pola terencana, seseorang bisa tetap menikmati makanan favorit tanpa rasa bersalah.

Justru, ini bisa menjadi “rem psikologis” agar tidak makan berlebihan di hari-hari lainnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Makan Segala, Ini Fakta Ilmiah tentang Diet Omnivor yang Jarang Dibahas

Risiko Cheat Day yang Sering Tak Disadari

1. Mudah Kebablasan dan Mengacaukan Program Diet

Menurut UCLA Health, satu kali cheat day penuh bisa membuat seseorang mengonsumsi 2.000–4.000 kalori tambahan setara dengan dua hari defisit kalori yang sudah dibangun selama seminggu.

Masalahnya, banyak orang tidak menyadari berapa banyak yang mereka makan saat cheat day.

Makanan tinggi gula, lemak, dan garam mudah menimbulkan keinginan makan terus-menerus, sehingga tanpa sadar berat badan naik lagi.

2. Membentuk Hubungan Tidak Sehat dengan Makanan

Cleveland Clinic mengingatkan bahwa istilah “cheat” (curang) dapat menciptakan rasa bersalah yang tidak perlu.

Jika seseorang melihat makanan enak sebagai “dosa,” maka hubungan mereka dengan makanan menjadi negatif.

Padahal, prinsip pola makan sehat seharusnya menekankan keseimbangan, bukan larangan total. Makanan favorit tidak harus dihindari selamanya, melainkan dikendalikan porsinya.

3. Mengganggu Disiplin dan Konsistensi Diet

Dilansir dari NASM, cheat day bisa berubah menjadi jebakan jika dilakukan tanpa rencana. Begitu seseorang merasa “bebas,” pola pikirnya bisa berubah menjadi “sekalian saja”.

Akhirnya, bukan hanya satu kali makan bebas, tapi seharian penuh tanpa kontrol.

Jika dilakukan berulang, pola ini bisa menurunkan disiplin dan membuat program sulit dipertahankan.

Baca Juga: Diet Keto Terbukti Efektif! Ini Panduan Lengkap agar Berat Badan Cepat Turun

Panduan Bijak Menjalankan Cheat Day

Agar hal ini benar-benar memberi manfaat dan bukan malah merusak usaha program, berikut tips dari pakar di kesehatan:

1. Ubah istilahnya menjadi “cheat meal”

Lebih baik hanya satu kali makan bebas daripada seharian penuh tanpa batas. Ini membantu menjaga kontrol kalori tetap realistis.

2. Rencanakan sebelumnya

Tentukan kapan dan apa yang akan dimakan. Misalnya, makan pizza favorit di akhir pekan, bukan secara spontan setiap kali tergoda.

3. Pilih makanan yang benar-benar kamu nikmati

Hindari makan asal hanya karena “boleh.” Fokus pada makanan yang memberi kepuasan emosional tanpa membuat tubuh terlalu kekenyangan.

4. Perhatikan porsi dan kenyang alami

UCLA Health menekankan pentingnya mendengarkan sinyal tubuh. Nikmati makanan pelan-pelan, dan berhenti ketika kenyang.

Baca Juga: Berat Badan Turun 12 Kg, Ini Rahasia Konsistensi Diet Prilly Latuconsina

5. Jangan merasa bersalah

Cheat meal adalah bagian dari strategi jangka panjang. Setelah itu, kembali ke pola makan sehat tanpa perlu “menghukum diri” dengan olahraga berlebihan.

Menurut para ahli, kunci keberhasilan program bukan pada siapa yang paling ketat, melainkan siapa yang paling konsisten. Jadi, nikmati makanan favoritmu sesekali tapi tetap jaga arah perjalanan menuju hidup sehat yang seimbang. (*)

Editor : Miftahul Khair
#tips #makanan favorit #cara aman #cheat day #diet