Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hati-Hati! Stres Berlebihan Terbukti Bisa Merusak Memori Otak, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Syeti Agria Ningrum • Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:15 WIB
Ilustrasi seorang perempuan mengalami stres dan kesulitan berkonsentrasi saat belajar atau bekerja akibat tekanan mental.
Ilustrasi seorang perempuan mengalami stres dan kesulitan berkonsentrasi saat belajar atau bekerja akibat tekanan mental.

PONTIANAK POST - Stres sering dianggap sebagai reaksi emosional sesaat ketika seseorang berada dalam tekanan. 

Namun, temuan ilmiah menunjukkan bahwa stres terutama yang berlangsung lama dapat mempengaruhi fungsi otak, termasuk kemampuan untuk mengingat informasi.

Di tengah rutinitas yang padat dan tekanan hidup yang makin tinggi, penting untuk memahami bagaimana stres bisa mempengaruhi daya ingat.

Mekanisme biologis dalam tubuh menunjukkan bahwa stres bukan hanya terasa di pikiran, melainkan berdampak langsung pada sistem saraf dan struktur otak.

Apa yang Terjadi pada Otak Saat Stres?

Ketika seseorang mengalami gangguan mental, tubuh menghasilkan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Kedua hormon ini diperlukan untuk respons cepat menghadapi keadaan darurat. 

Namun, bila kadar kortisol tinggi terjadi terus-menerus, efeknya dapat menjadi negatif bagi otak. Beberapa proses yang terjadi:

1. Gangguan pembentukan memori baru

Kortisol berlebih dapat menghambat proses otak dalam menyimpan informasi baru sehingga sulit mempelajari hal baru secara optimal.

2. Penurunan kemampuan mengingat kembali informasi

Pada kondisi ini, bagian otak yang bertugas menarik kembali memori bisa bekerja kurang efektif.

3. Dampak buruk pada hipokampus

Hipokampus adalah pusat memori di otak. Paparan stres kronis dapat mengurangi volume dan fungsi hipokampus.

Baca Juga: Bukan Sekadar Sugesti! Ahli Ungkap Mengapa Aroma Kopi Bisa Redakan Stres, Begini Faktanya

4. Fokus dan perhatian menurun

Bagian otak yang berperan dalam konsentrasi juga bisa terganggu, sehingga kemampuan mengingat detail pun ikut menurun.

Tanda-Tanda Mulai Mengganggu Memori

Beberapa gejala yang bisa dirasakan:

- Mudah lupa informasi sederhana

- Sulit fokus saat bekerja atau belajar

- Pikiran terasa “penuh” dan sulit memproses hal baru

- Lupa janji, jadwal, atau letak barang

- Kesulitan mengingat nama atau percakapan

Jika gejala-gejala ini muncul berulang dan dalam durasi lama, kemungkinan stres sedang berpengaruh pada fungsi otak.

Cara Melindungi Memori dari Dampak Stres

Berikut langkah-langkah yang secara ilmiah terbukti membantu:

1. Kelola dengan teknik relaksasi

- Latihan pernapasan

- Yoga dan meditasi

- Peregangan ringan

- Berjalan santai di luar ruangan

2. Tidur cukup dan berkualitas

Kurang tidur meningkatkan stres, dan stres mengganggu memori kombinasi ini saling memperburuk.

3. Aktivitas fisik rutin

Olahraga membantu mengurangi kortisol dan meningkatkan fungsi otak.

4. Menjaga kesehatan mental

Berbicara dengan teman, keluarga, atau profesional dapat membantu meredakan tekanan emosional.

5. Latihan otak

Games logika, membaca, menulis, atau belajar bahasa baru membantu melatih memori.

6. Gizi untuk otak

Pola makan seimbang dengan omega-3, vitamin B kompleks, antioksidan, dan hidrasi cukup berperan dalam fungsi otak optimal.

Penutup

Menyadari hubungan antara stres dan penurunan ingatan memberikan kesempatan untuk bertindak lebih awal, menjaga kesehatan otak, serta mempertahankan performa dalam belajar, bekerja, dan kehidupan sehari-hari.

Mengatur stres bukan hanya untuk kesehatan emosional tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan otak dan daya ingat. (*)

 

Editor : Miftahul Khair
#ganggu #stres #daya ingat #tanda tanda #memori #otak