PONTIANAK POST - Kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak dialami perempuan di seluruh dunia. Meski bisa terjadi pada pria, kasus pada perempuan jauh lebih dominan.
Penyakit ini muncul saat sel di jaringan payudara mengalami perubahan genetik yang membuatnya tumbuh tidak terkendali. Bila tidak segera ditangani, sel kanker bisa menyebar ke organ lain dan memperberat kondisi kesehatan penderita.
Kesadaran mengenai penyakit ini menjadi sangat penting mengingat banyak kasus baru ditemukan ketika sudah memasuki stadium lebih lanjut. Padahal, semakin dini kanker payudara terdeteksi, semakin besar peluang keberhasilan penanganannya.
Beberapa faktor dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker payudara. Faktor biologis memegang peran penting, misalnya riwayat keluarga dengan kondisi serupa, mutasi gen tertentu, serta usia yang semakin bertambah, terutama setelah 40 tahun.
Selain itu, riwayat menstruasi dini atau menopause terlambat juga diketahui ikut berpengaruh.
Pola makan tinggi lemak dan rendah serat, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, kelebihan berat badan, serta kebiasaan merokok turut meningkatkan potensi terjadinya kanker payudara.
Gejala Awal Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai
Banyak penderita tidak menyadari tanda awal kanker payudara karena gejalanya bisa tampak ringan atau serupa masalah kesehatan lain. Perubahan berikut sebaiknya tidak diabaikan:
- Muncul benjolan pada organ dada atau ketiak
- Perubahan ukuran atau bentuk payudara
- Kulit organ dada mengerut seperti kulit jeruk
- Puting masuk ke dalam atau mengeluarkan cairan yang tidak normal
- Rasa nyeri pada payudara yang berlangsung lama tanpa sebab jelas
Jika menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke tenaga medis.
Pentingnya Deteksi Dini
Deteksi dini adalah langkah terbaik untuk menekan angka kematian akibat kanker payudara. Pemeriksaan mandiri payudara (SADARI) secara teratur menjadi cara pertama yang paling mudah dilakukan di rumah.
Selain itu, bagi perempuan berusia di atas 40 tahun, pemeriksaan medis seperti USG atau mamografi sangat dianjurkan.
Langkah ini membantu menemukan kelainan sedini mungkin, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif.
Cara Mengurangi Risiko Kanker Payudara
Meski tidak semua penyebab kanker bisa dicegah, langkah pencegahan tetap dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan tubuh dan mengatur kebiasaan hidup.
Beberapa kebiasaan yang dapat membantu menurunkan risiko antara lain:
- Konsumsi makanan bernutrisi tinggi seperti sayur, buah, dan makanan tinggi serat
- Menjaga berat badan tetap ideal
- Melakukan olahraga secara rutin
- Membatasi konsumsi alkohol dan menghindari rokok
- Tidur cukup dan mengelola stres
Bagi perempuan dengan riwayat keluarga kanker payudara atau tergolong kelompok risiko tinggi, memeriksakan organ dada secara rutin ke dokter dan mempertimbangkan konsultasi genetik bisa menjadi tambahan langkah pencegahan.
Penutup
Kanker payudara bukanlah penyakit yang datang tiba-tiba. Ada tanda-tanda yang bisa dikenali dan banyak kebiasaan yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko.
Dengan memahami faktor risiko, memperhatikan perubahan pada tubuh, serta menjalani pemeriksaan rutin, peluang untuk mencegah dan mendeteksi penyakit ini lebih awal semakin besar. (*)
Editor : Miftahul Khair