Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sering Minum Whey Protein? Waspadai Dampaknya Kalau Konsumsi Berlebihan!

Syeti Agria Ningrum • Sabtu, 1 November 2025 | 19:00 WIB
Ilustrasi pria sedang menyiapkan minuman whey protein setelah berolahraga.
Ilustrasi pria sedang menyiapkan minuman whey protein setelah berolahraga.

PONTIANAK POST - Whey protein kini menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia fitness dan gym. Banyak orang mengkonsumsinya setelah latihan karena dianggap mempercepat pembentukan otot dan membantu pemulihan tubuh. 

Produk ini mudah ditemukan dalam bentuk bubuk yang tinggal diseduh, dengan berbagai rasa menarik seperti coklat atau vanila. Tak heran jika minuman ini menjadi favorit para pegiat kebugaran yang ingin hasil cepat dan praktis.

Dilansir dari British Heart Foundation (BHF), protein memang nutrisi penting bagi tubuh, tapi kelebihan asupan justru bisa menimbulkan efek negatif, terutama jika sumbernya berasal dari produk olahan seperti whey. 

Sementara itu, laporan dari The Guardian menyoroti hasil penelitian yang menemukan adanya potensi risiko kesehatan jika seseorang terlalu bergantung pada asupan nutrisi hewani, termasuk dari susu dan suplemen nutrisi.

Simak penjelasan berikut untuk memahami fakta ilmiah di balik tren minuman protein populer ini.

Whey Protein dan Manfaatnya untuk Tubuh

Dilansir dari British Heart Foundation (BHF), nutrisi memang berperan penting dalam pembentukan otot, produksi hormon, serta perbaikan jaringan tubuh. Whey protein yang berasal dari susu termasuk sumber nutrisi berkualitas tinggi karena mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

Tidak heran jika banyak atlet dan pegiat kebugaran menjadikannya suplemen utama setelah latihan. Kandungan proteinnya mudah diserap dan membantu mempercepat pemulihan otot yang lelah akibat latihan intens.

Dampak Konsumsi Whey Protein Berlebihan

Dilansir dari The Guardian menyoroti hasil penelitian yang menunjukkan bahwa diet tinggi protein, terutama dari sumber hewani seperti whey, bisa berdampak negatif jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang.

Tubuh manusia memiliki batas dalam memproses nutrisi. Ketika asupan jauh melebihi kebutuhan harian yakni sekitar 1,2 hingga 2 gram per kilogram berat badan bagi orang yang aktif berolahraga kelebihannya tidak otomatis menjadi otot, melainkan dibuang melalui ginjal. 

Proses ini dapat membebani kerja ginjal dan meningkatkan risiko dehidrasi, terutama jika asupan cairan tidak mencukupi.

Selain itu, beberapa produk whey protein tertentu juga dapat mengandung gula tambahan, perasa buatan, atau logam berat dalam jumlah kecil. 

Seperti dijelaskan oleh BHF, konsumsi jangka panjang produk-produk semacam ini tanpa pengawasan bisa berpotensi menimbulkan efek samping seperti gangguan pencernaan, peningkatan kolesterol, atau penumpukan zat yang tidak dibutuhkan tubuh.

Baca Juga: Telur Ampuh Bantu Turunkan Berat Badan dan Bentuk Massa Otot, Cocok Jadi Menu Diet!

Cara Aman Mengkonsumsi Whey Protein

Menurut para ahli, cara terbaik menikmati whey protein adalah dengan menyesuaikannya dengan kebutuhan dan gaya hidup masing-masing.
Berikut beberapa panduan aman:

- Konsumsi 1–2 kali sehari saja, tergantung kebutuhan nutrisi dari makanan harianmu.

- Pastikan tetap mendapat nutrisi dari sumber alami seperti ikan, telur, tahu, tempe, dan ayam.

- Pilih whey protein tanpa gula tambahan dan rendah lemak.

- Minum air putih yang cukup untuk membantu ginjal memproses sisa metabolisme nutrisi.

Produk susu dan turunannya tetap bermanfaat bila dikonsumsi dalam batas wajar. Yang terpenting adalah keseimbangan antara asupan nutrisi, karbohidrat, lemak sehat, dan serat dari sayur serta buah. (*)

Editor : Miftahul Khair
#Konsumsi Berlebihan #cara aman #diet #gym #whey protein #dampak #massa otot