Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ahli Kesehatan Ingatkan Bahaya Obesitas, Bisa Picu Komplikasi Penyakit

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 12 Januari 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi obesitas.
Ilustrasi obesitas.

PONTIANAK POST - Obesitas tidak hanya merusak penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai komplikasi penyakit.

Ahli kesehatan mengingatkan bahwa kelebihan berat badan dapat memicu gangguan serius, mulai dari penyakit jantung, diabetes, hingga masalah pernapasan, jika tidak ditangani sejak dini.

Melansir dari Ayo Sehat Kemenkes, disebutkan bahwa obesitas banyak diabaikan. Jika obesitas terjadi pada anak, maka anak itu dianggap menggemaskan.

Menurutnya hal tersebut adalah stigma yang salah, apabila ditinjau dari segi kesehatan. Ia menyatakan obesitas merupakan penyakit yang dapat memicu komplikasi.

Obesitas adalah suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan adanya penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.

Hal ini dapat terjadi akibat adanya ketidak seimbangan antara asupan energi yang masuk dan energi yang dikeluarkan, sehingga kelebihan energi tersebut selanjutnya akan disimpan dalam bentuk lemak.

Obesitas Sebagai Pemicu Penyakit Lain

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Menurut Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS menyampaikan bahwa obesitas menjadi faktor risiko terhadap berbagai penyakit tidak menular lain seperti diabetes, jantung, kanker, hipertensi, penyakit metabolik dan non metabolik lainnya.

Selain itu, dr. Nurul Ratna Mutu Manikam selaku perwakilan dari Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi) juga menambahkan bahwa penumpukan lemak yang sangat banyak dalam tubuh itu memberikan respons peningkatan kerja dari hormon estrogen, sehingga kesuburan dapat terganggu.

Lebih lanjut dr. Nurul juga menjelaskan jumlah akumulasi lemak dalam perut, secara mekanik dapat menyebabkan tuba dalam rahim menjadi sempit, sehingga proses fertilisasinya terganggu.

Ia pun kemudian mengimbau kepada masyarakat untuk rutin melakukan aktivitas minimal 30 menit sehari.

“Diharapkan masyarakat dapat segera menerapkan perilaku hidup sehat dengan makan-makanan yang bergizi seimbang dan rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari,” tutupnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#jantung #diabetes #pola hidup sehat #risiko #gangguan kesuburan #obesitas #ahli kesehatan