PONTIANAK POST – Udara yang mulai terasa pengap dan berbau asap menjadi tanda meningkatnya risiko kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membagikan sejumlah panduan penting yang perlu diperhatikan masyarakat guna melindungi kesehatan dan menjaga aktivitas tetap aman.
Melalui laman resmi BPBD Hulu Sungai Selatan, disebutkan beberapa tips bagi masyarakat dalam menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, antara lain:
Baca Juga: Kabut Asap di Pontianak Meningkat, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Rumah
1. Batasi Keluar Rumah atau Ruangan
Sebisa mungkin, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah guna mengurangi paparan kabut asap.
Namun, jika terpaksa harus keluar karena keperluan penting, pastikan menggunakan masker yang mampu melindungi saluran pernapasan dari dampak buruk kabut asap.
2. Jaga Kualitas Udara dalam Rumah
Karena aktivitas lebih banyak dilakukan di dalam rumah, masyarakat diimbau untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan agar tetap sehat.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi masuknya udara luar yang tercemar kabut asap ke dalam rumah.
Selain itu, hindari aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara di dalam ruangan, seperti membakar obat nyamuk atau merokok di dalam rumah.
Untuk membantu menjaga udara tetap bersih, masyarakat juga dapat menggunakan alat penjernih udara, seperti pendingin udara (AC) atau air purifier, agar kualitas udara di dalam ruangan tetap terjaga.
Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Kubu Raya dan Pontianak, Warga Diimbau Gunakan Masker
3. Minum Air Putih dan Konsumsi Makanan Mengandung Antioksidan
Perbanyak minum air putih serta konsumsi makanan yang kaya antioksidan, seperti yang ditampilkan pada infografis di bawah ini.
Asupan cairan dan nutrisi yang cukup penting untuk membantu menjaga daya tahan tubuh agar tetap prima di tengah paparan kabut asap.
4. Segera Periksa Kesehatan
Jika tubuh mulai terasa tidak nyaman, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Jangan menunda hingga kondisi memburuk, karena kepekaan terhadap sinyal tubuh sendiri sangat penting untuk mencegah dampak serius akibat paparan asap karhutla. (*)
Editor : Miftahul Khair