PONTIANAK POST – Banyak orang masih bingung menentukan waktu terbaik untuk berolahraga.
Ada yang merasa lebih segar di pagi hari, sementara yang lain justru baru memiliki energi pada malam hari.
Lantas, sebenarnya mana yang lebih efektif untuk kesehatan? dr Tirta akhirnya angkat bicara dan menjelaskan perbedaan dampak olahraga pagi dan malam berdasarkan kondisi tubuh serta tujuan kebugaran.
Melalui kanal YouTube pribadinya, dr Tirta menjelaskan bahwa tidak ada waktu olahraga yang paling benar untuk semua orang.
Hal terpenting adalah konsistensi serta menyesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
1. Olahraga Pagi
Faktanya, tidak ada waktu olahraga yang paling ideal dan berlaku untuk semua orang. Efektivitas olahraga sangat bergantung pada kondisi tubuh, rutinitas, dan konsistensi masing-masing individu.
“Sebenarnya olahraga pagi itu dilakukan pertama karena hormon kita bekerja maksimal saat pagi. Kedua, kondisi tubuh kita belum terkena stresor kerja. Ketiga, kondisi udara di beberapa negara bagus dan suhunya tidak terlalu panas. Jadi, dari ketiga hal itu semuanya mendukung olahraga pagi,” ujar dr Tirta.
Olahraga pagi memang memiliki sejumlah keunggulan. Suhu udara yang relatif lebih sejuk membuat tubuh tidak mudah mengalami kelelahan berlebih, terutama saat berolahraga di luar ruangan.
Kondisi ini juga dapat menurunkan risiko dehidrasi dan heat stroke. Selain itu, olahraga pagi kerap membantu membangun kebiasaan hidup sehat karena dilakukan sebelum aktivitas harian dimulai.
Baca Juga: Tak Punya Waktu Olahraga? Ini Deretan Aktivitas Sehari-hari yang Bisa Menggantikannya
2. Olahraga Malam
Meski begitu, menurut dr Tirta, olahraga malam juga tidak bisa dianggap kurang baik. Bagi sebagian orang, tubuh justru terasa lebih siap bergerak pada sore atau malam hari setelah menjalani aktivitas seharian.
Selama dilakukan dengan intensitas yang sesuai dan tidak mengganggu waktu tidur, olahraga malam tetap memberikan manfaat kebugaran yang optimal.
“Kalau kamu shift malam, kan enggak mungkin olahraga pagi, bisa kena serangan jantung,” jelasnya.
3. Kunci Utama Olahraga
dr Tirta menekankan bahwa kunci utama dari olahraga bukan terletak pada jam pelaksanaannya, melainkan pada konsistensi dan kesesuaian dengan ritme tubuh.
Memilih waktu olahraga yang realistis dan dapat dijalani secara rutin jauh lebih penting dibandingkan memaksakan diri mengikuti tren atau anggapan umum.
Dengan kata lain, olahraga yang dilakukan secara teratur, baik pagi maupun malam, tetap memberikan dampak positif bagi kesehatan selama dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai kebutuhan tubuh. (*)
Editor : Miftahul Khair