PONTIANAK POST – Melansir laman resmi Kemenkes, virus Nipah pertama kali muncul di Malaysia, tepatnya di sebuah peternakan babi, di mana hewan-hewan itu mengalami demam, kesulitan bernapas, dan kejang.
Menurut World Health Organization (WHO), virus ini sebenarnya berasal dari kelelawar buah.
Kelelawar berperan sebagai reservoir alami virus Nipah. Mereka membawa virus tanpa sakit, tetapi bisa menularkannya ke hewan lain, seperti babi.
Fenomena ini diperparah oleh penebangan hutan yang membuat kelelawar kehilangan habitat asli mereka.
Akibatnya, mereka mendekat ke permukiman manusia dan peternakan. Inilah jalur yang memungkinkan virus Nipah berpindah dari kelelawar ke babi, dan akhirnya ke manusia.
Baca Juga: BKHIT Kalbar Waspadai Ancaman Virus Nipah dan Penyakit PPR
Penularan Virus Nipah
Virus Nipah termasuk dalam kelompok Paramyxovirus, yaitu virus RNA yang juga bisa menyebabkan penyakit seperti pneumonia, gondongan, dan campak.
Namun, virus Nipah memiliki sifat unik yang membuatnya menjadi ancaman serius bagi manusia.
Penularan virus ini bisa terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, atau urine.
Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika dimasak kurang matang, dapat menjadi jalur infeksi.
Lebih mengkhawatirkan lagi, virus Nipah juga bisa menular dari manusia ke manusia, terutama melalui kontak langsung dengan pasien yang menghasilkan banyak cairan tubuh, seperti air liur.
Inilah alasan mengapa virus ini mendapat perhatian serius dari para ahli kesehatan di seluruh dunia.
Gejala Infeksi Virus Nipah
Setelah terinfeksi, virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4–14 hari sebelum gejala muncul.
Tingkat keparahannya bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga mengancam nyawa. Beberapa gejala yang paling umum meliputi:
-
Demam
-
Sakit kepala
-
Batuk dan sakit tenggorokan
-
Nyeri otot
-
Sesak napas
-
Muntah
-
Kesulitan menelan
-
Peradangan otak (ensefalitis)
Jika infeksi berkembang menjadi ensefalitis, dampaknya bisa serius: kantuk berlebihan, sulit berkonsentrasi, disorientasi, dan perubahan mood yang drastis. Pada kasus parah, virus Nipah bahkan bisa mengancam nyawa.
Cara Mencegah Penularan
Melindungi diri dari virus Nipah bukan hanya soal kesehatan pribadi, tetapi juga menjaga keamanan masyarakat. Berikut beberapa langkah penting yang bisa dilakukan:
- Hindari kontak langsung dengan hewan berisiko—kelelawar dan hewan ternak seperti babi adalah sumber utama penularan.
- Cuci sayur dan buah sebelum dikonsumsi dan hindari makanan yang berpotensi terkontaminasi hewan.
- Gunakan alat pelindung diri saat membersihkan kotoran atau urine hewan, termasuk sarung tangan, sepatu bot, dan pelindung wajah.
- Cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air bersih, terutama sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang sakit yang mungkin terinfeksi.
- Masak daging dengan matang sempurna dan hindari mengonsumsi daging mentah atau setengah matang.
Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana namun efektif ini, kita bisa melindungi diri sendiri sekaligus masyarakat dari ancaman potensial virus Nipah. (*)
Editor : Miftahul Khair