PONTIANAK POST - Banyak orang memilih berolahraga saat perut kosong dengan harapan bisa membakar lemak lebih cepat. Namun, kebiasaan ini tidak selalu aman bagi tubuh.
Jika dilakukan tanpa persiapan yang tepat, olahraga saat perut kosong justru berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai.
Melansir Klikdokter, ada sejumlah dampak yang berpotensi terjadi ketika Anda berolahraga dalam kondisi perut kosong.
1. Hipoglikemia
Berolahraga dalam kondisi perut kosong dapat membuat tubuh membakar cadangan energi yang sebenarnya sangat dibutuhkan, sehingga stamina menjadi cepat menurun.
Selain itu, kadar gula darah yang rendah berisiko memicu pusing, gemetar, hingga mual. Kondisi ini dikenal sebagai hipoglikemia.
2. Penurunan Metabolisme Basal
Melakukan olahraga intens saat puasa atau dalam kondisi perut kosong, seperti angkat beban atau lari jarak jauh, memang dapat mempercepat pembakaran lemak.
Namun, jika dilakukan terlalu sering, kondisi ini justru berpotensi memperlambat metabolisme tubuh sehingga jumlah kalori yang terbakar menjadi lebih sedikit.
Temuan ini sejalan dengan penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition yang menyebutkan bahwa puasa dalam durasi terlalu lama dapat menurunkan tingkat metabolisme basal.
3. Menyimpan Banyak Cadangan Lemak
Ketika proses pembakaran cadangan lemak berlangsung terlalu cepat, tubuh secara alami akan beradaptasi.
Salah satu caranya adalah dengan menyimpan lebih banyak cadangan energi setiap kali Anda makan, sebagai mekanisme alami tubuh untuk mempertahankan kelangsungan hidup.
Baca Juga: Olahraga Lari tidak Disarankan untuk Orang dengan Obesitas, Ini Penjelasan Dokter
4. Menurunkan Massa Otot
Berolahraga saat perut kosong dapat membuat tubuh beralih menggunakan protein sebagai sumber energi.
Akibatnya, cadangan protein yang seharusnya digunakan untuk membangun dan memperbaiki otot justru terkuras sehingga berpotensi menurunkan massa otot secara keseluruhan.
5. Mudah Marah
Saat berolahraga dalam kondisi perut kosong, tubuh dapat memicu peningkatan hormon kortisol.
Hormon ini dikenal sebagai hormon stres yang dapat memengaruhi suasana hati sehingga seseorang lebih mudah merasa cemas, sensitif, atau mudah marah. (*)
Editor : Miftahul Khair