Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Nyeri Dada Tak Selalu karena Jantung, Ternyata Bisa GERD! Begini Penjelasan dr Tirta

Khoiril Arif Ya'qob • Jumat, 20 Februari 2026 | 13:37 WIB

Ilustrasi nyeri di dada bisa jadi karena GERD bukan penyakit jantung.
Ilustrasi nyeri di dada bisa jadi karena GERD bukan penyakit jantung.

PONTIANAK POST - Nyeri dada kerap membuat banyak orang panik dan langsung mengaitkannya dengan serangan jantung. Padahal, menurut dokter dan edukator kesehatan dr Tirta, tidak semua nyeri dada berasal dari jantung.

Salah satu penyebab yang paling sering disalahartikan adalah GERD atau asam lambung naik.

Dalam kanal YouTube Malaka, dr Tirta menjelaskan bahwa GERD (gastroesophageal reflux disease) dan penyakit jantung memang bisa menimbulkan sensasi nyeri yang mirip, terutama di area dada dan ulu hati. Namun, mekanisme dan risikonya sangat berbeda.

Baca Juga: Apakah GERD Bisa Disembuhkan? Ini Jawaban Lengkap dari Ahli Medis

Ciri Nyeri Dada Akibat GERD

Menurut dr Tirta, GERD umumnya ditandai dengan sensasi heartburn atau rasa panas di dada. Nyeri ini bisa menjalar ke punggung hingga telapak tangan bila kondisinya cukup parah.

GERD sering dipicu oleh pola hidup tidak sehat seperti konsumsi kopi berlebihan, makan tidak teratur, begadang, dan stres.

“GERD itu urusannya asam lambung naik ke kerongkongan. Sensasi panas dan nyerinya memang bisa mirip jantung,” jelas dr Tirta.

Baca Juga: Manfaat Makan Durian bagi Kesehatan, Baik untuk Jantung hingga Tingkatkan Energi

Ciri Nyeri Dada Akibat Penyakit Jantung

Sementara itu, nyeri dada akibat gangguan jantung biasanya lebih berat dan bisa disertai gejala serius seperti penurunan kesadaran, pingsan, atau nyeri menjalar hingga leher dan lengan. Kondisi ini bisa berakibat fatal dalam hitungan menit bila tidak segera ditangani.

Untuk membedakannya, dokter tidak hanya mengandalkan keluhan pasien, tetapi juga pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan penunjang seperti EKG dan ekokardiografi.

dr.Tirta menegaskan bahwa alasan dokter belajar bertahun-tahun adalah untuk membedakan kondisi-kondisi yang tampak mirip namun berisiko berbeda.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan diagnosis sendiri hanya dari potongan informasi di media sosial. (*)

Editor : Miftahul Khair
#ciri #serangan jantung #heartburn #dr Tirta #gerd #nyeri dada