Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tidur Teratur Bisa Turunkan Risiko Kematian hingga 38 Persen, Begini Penjelasan Dokter

Khoiril Arif Ya'qob • Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:00 WIB

Ilustrasi tidur teratur.
Ilustrasi tidur teratur.

PONTIANAK POST - Dokter dan edukator kesehatan Adam Prabata mengungkap pentingnya tidur dengan jadwal yang konsisten setelah membaca hasil penelitian berskala besar yang membahas kaitan antara pola tidur dan risiko kematian.

Melalui unggahannya di platform X, dr Adam menyebut penelitian tersebut melibatkan lebih dari 60.000 orang yang diikuti selama bertahun-tahun.

Pentingnya Jadwal Tidur Konsisten

Para peneliti tidak hanya melihat durasi tidur, tetapi juga jam mulai tidur, jam bangun, serta konsistensi waktu tidur setiap harinya.

Hasilnya cukup mengejutkan. Orang dengan jadwal tidur yang teratur tercatat memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung dan gangguan metabolik hingga 38 persen lebih rendah dibanding mereka yang pola tidurnya tidak konsisten.

Menariknya, perbedaan risiko ini tetap terlihat meskipun durasi tidur kedua kelompok relatif sama.

“Artinya, bukan cuma soal cukup atau tidaknya jam tidur, tapi seberapa konsisten pola tidurnya,” tulis dr. Adam.

Ia menjelaskan, tubuh manusia bekerja berdasarkan ritme sirkadian, yakni jam biologis internal yang mengatur berbagai fungsi penting, mulai dari hormon, metabolisme, hingga tekanan darah. Ketika jam tidur berubah-ubah, tubuh akan mengalami gangguan secara perlahan.

Dampak Pola Tidur Tidak Teratur terhadap Hormon dan Metabolisme

Beberapa dampak yang bisa terjadi antara lain hormon stres yang lebih mudah meningkat, sensitivitas insulin yang menurun, tekanan darah yang cenderung lebih tinggi, serta peningkatan penanda inflamasi.

Efek ini tidak langsung terasa, namun bersifat akumulatif dan bisa berdampak serius dalam jangka panjang.

Menurut dr. Adam, banyak orang merasa baik-baik saja meski tidur dengan jadwal acak, terutama di usia muda. Ada pula yang merasa durasi tidurnya sudah cukup, tetapi tubuh tetap terasa lelah.

“Masalahnya, tubuh nggak bisa diajak kompromi soal ritme,” tegasnya.

Baca Juga: Kualitas Tidur dan Prestasi Siswa

Ia menekankan bahwa kesehatan jangka panjang sangat bergantung pada seberapa baik tubuh bisa memprediksi pola hidup kita, termasuk waktu tidur dan bangun. Konsistensi memberikan sinyal yang jelas bagi tubuh untuk bekerja optimal.

“Kalau ada satu kebiasaan kesehatan yang efeknya panjang tapi sering diremehkan, itu adalah tidur dengan jadwal yang konsisten,” tutup dr. Adam.

Kualitas Hidup Ditentukan oleh Ritme Tidur

Unggahan ini kembali mengingatkan bahwa kualitas hidup tidak hanya ditentukan oleh apa yang dilakukan saat bangun, tetapi juga oleh seberapa disiplin seseorang menjaga ritme tidurnya setiap hari. (*)

Editor : Miftahul Khair
#durasi tidur #konsistensi #risiko kematian #waktu tidur #kualitas hidup