Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kurang Serat Disebut Tingkatkan Risiko Gangguan Pencernaan hingga Usus Buntu

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 23 Februari 2026 | 14:30 WIB

Ilustrasi makanan berserat.
Ilustrasi makanan berserat.

PONTIANAK POST - Asupan serat yang rendah masih menjadi masalah umum, terutama pada masyarakat perkotaan dan mereka yang aktif berolahraga.

Dokter rehabilitasi medik Adrian Setiaji mengungkapkan bahwa kekurangan serat tidak hanya menyebabkan sembelit, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan yang lebih serius.

Dalam diskusi di kanal YouTube Tirta PengPengPeng, dr. Adrian meluruskan salah kaprah mengenai penyebab usus buntu yang selama ini sering disalahartikan.

“Usus buntu itu bukan karena makanan nyangkut. Penyebabnya bisa infeksi, faktor genetik, dan pergerakan usus yang tidak lancar. Salah satu penyebab pergerakan usus lambat adalah kurang serat,” jelasnya.

Baca Juga: Khasiat Luar Biasa Liang Teh, Minuman Tradisional yang Baik untuk Kulit dan Pencernaan

Ia menerangkan bahwa serat berperan penting dalam membantu pergerakan isi usus. Ketika asupan serat tidak mencukupi, proses pencernaan menjadi lebih lambat, sehingga meningkatkan risiko penyumbatan dan peradangan.

Adrian menambahkan bahwa banyak orang yang merasa sudah hidup sehat karena rutin berolahraga, tetapi mengabaikan konsumsi sayur dan buah. Padahal, kondisi ini justru dapat menimbulkan masalah baru.

“Orangnya rajin olahraga, tapi makan sayur dan buahnya minim. Ini kombinasi yang tidak sehat untuk sistem pencernaan,” ujarnya.

Ia menyarankan agar serat menjadi bagian penting dari pola makan harian, terutama bagi mereka yang aktif secara fisik. (*)

Editor : Miftahul Khair
#dokter #infeksi #usus buntu #gangguan pencernaan #makanan