Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bahaya Tidur Siang Lebih dari 1 Jam Saat Ramadan, Studi Ungkap Risiko Stroke Meningkat hingga 2,8 Kali

Khoiril Arif Ya'qob • Selasa, 3 Maret 2026 | 16:30 WIB

Ilustrasi tidur siang saat ramadan.
Ilustrasi tidur siang saat ramadan.

PONTIANAK POST - Bulan Ramadan sering jadi momen perubahan pola tidur. Waktu istirahat malam berkurang karena sahur, lalu siangnya dibayar dengan tidur lebih lama.

Tapi hati-hati, jangan mentang-mentang sedang puasa, tidur siang jadi kebablasan.

Dokter dan edukator kesehatan, Adam Prabata, membagikan informasi penting di platform X soal risiko tidur siang berlebihan.

Berdasarkan penelitian ilmiah, durasi tidur siang yang terlalu lama ternyata berasosiasi dengan peningkatan risiko stroke.

Baca Juga: Kebanyakan Tidur saat Puasa Ramadan Bisa Tingkatkan Risiko Kematian! Begini Penjelasan Dokter

Studi Internasional: Risiko Stroke Naik Signifikan

Temuan ini merujuk pada penelitian besar bertajuk INTERSTROKE International Study (McCarthy et al., 2023).

Studi tersebut melibatkan 4.496 partisipan dari berbagai negara dan meneliti hubungan kebiasaan tidur, termasuk durasi tidur siang, dengan risiko stroke.

Hasilnya cukup mengejutkan:

Artinya, baik disengaja maupun tidak, tidur siang yang terlalu lama tetap berkaitan dengan peningkatan risiko.

Baca Juga: Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Sehari: Cegah Diabetes, Alzheimer, hingga Bikin Tidur Nyenyak

Kenapa Tidur Siang Kelamaan Bisa Berbahaya?

Secara umum, tidur siang singkat (power nap) 20–30 menit justru bisa membantu meningkatkan fokus dan energi. Masalah muncul ketika durasinya melewati 60 menit.

Tidur siang terlalu lama dapat mengganggu ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur-bangun serta berbagai fungsi hormonal. Ritme ini berperan penting dalam:

Ketika ritme sirkadian terganggu, tubuh bisa mengalami gangguan respons imun dan peningkatan inflamasi (peradangan).

Dalam jangka panjang, kondisi ini berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke.

Ramadan Boleh Istirahat, Tapi Tetap Terukur

Di bulan puasa, rasa kantuk di siang hari memang wajar karena perubahan pola makan dan tidur. Namun, bukan berarti solusi terbaik adalah tidur selama mungkin.

Agar tetap aman dan sehat selama Ramadan:

Baca Juga: Penelitian Ungkap Manfaat Tidur Siang: Volume Otak Lebih Besar, Bisa Setara 6 Tahun Lebih Muda

Tidur itu penting, tapi durasinya tetap harus bijak. Jangan sampai niatnya ingin mengembalikan energi saat puasa, justru malah meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang. (*)

Editor : Miftahul Khair
#puasa #tidur siang #berbahaya #Ramadan 2026 #risiko stroke