PONTIANAK POST - Olahraga tak harus mahal atau rumit. Menurut dr Ruly Rahadian, cukup berjalan kaki 30 menit setiap hari sudah mampu menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga memperpanjang usia.
Banyak orang mencari olahraga terbaik untuk kesehatan, namun sering kali terkendala biaya, waktu, atau fasilitas. Padahal, menurut dr Ruly Rahadian melalui kanal YouTube pribadinya, olahraga paling mudah, murah, dan efektif adalah berjalan kaki.
“Tidak perlu alat mahal, tidak perlu keanggotaan gym. Cukup 30 menit sehari,” jelasnya.
1. Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Berjalan kaki 30 menit setiap hari terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 30 persen. Aktivitas sederhana ini membantu:
- Menstabilkan tekanan darah
- Melancarkan sirkulasi darah
- Meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL)
Meski tidak secara langsung menurunkan LDL atau trigliserida, peningkatan HDL tetap berperan penting melindungi jantung.
Baca Juga: Kelihatannya Sepele, Ini 8 Kesalahan Jalan Kaki yang Bikin Olahraga Jadi Sia-sia
2. Jaga Berat Badan Tetap Stabil
Dalam 30 menit berjalan santai, tubuh dapat membakar sekitar 150–200 kalori. Jumlah ini cukup membantu menjaga berat badan tetap ideal.
Berjalan kaki juga meningkatkan metabolisme dan membantu mencegah obesitas serta diabetes tipe 2, terutama dengan mengurangi risiko resistensi insulin.
3. Cegah Osteoporosis dan Nyeri Sendi
Setiap langkah kaki menciptakan benturan alami yang merangsang kepadatan tulang, terutama di kaki dan tulang belakang. Manfaat lainnya adalah:
- Menguatkan otot kaki dan pinggul
- Menjaga fleksibilitas sendi
- Mengurangi risiko osteoartritis
Karena gerakannya alami, risiko cedera jauh lebih kecil dibanding latihan beban berat tanpa persiapan.
4. Tingkatkan Kesehatan Mental
Jalan kaki juga berdampak pada kesehatan mental. Aktivitas ini meningkatkan produksi hormon endorfin (hormon kebahagiaan) dan menurunkan hormon kortisol (hormon stres). Berjalan di alam terbuka bahkan terbukti:
- Mengurangi kecemasan
- Menurunkan risiko depresi
- Meningkatkan kreativitas
Baca Juga: Nyeri Dada Tak Selalu karena Jantung, Ternyata Bisa GERD! Begini Penjelasan dr Tirta
5. Tidur Lebih Nyenyak dan Otak Lebih Tajam
Rutin berjalan kaki membantu mengatur ritme sirkadian tubuh, sehingga tidur lebih mudah dan berkualitas.
Tak hanya itu, penelitian menunjukkan kebiasaan berjalan kaki dapat mengurangi risiko pikun dan Alzheimer hingga 40 persen, terutama karena kaitannya dengan pencegahan resistensi insulin.
6. Perpanjang Usia
Studi menunjukkan orang yang rutin berjalan kaki memiliki risiko lebih rendah terkena stroke, diabetes, dan kanker hingga 30 persen.
“Anggap saja setiap langkah adalah investasi kesehatan untuk masa depan,” ujar dr Ruly.
Jika tidak sempat 30 menit sekaligus, bisa dibagi menjadi tiga sesi 10 menit dalam sehari.
Editor : Miftahul Khair