PONTIANAK POST - Menjelang perayaan Idul Fitri, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap penularan penyakit campak.
Aktivitas silaturahmi yang identik dengan saling bersalaman, memeluk, hingga mencium anak kecil berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit tersebut.
Melansir Antara (11/3), Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengingatkan masyarakat agar Jangan Mencium Bayi Sembarangan dan balita saat berkunjung ke rumah kerabat.
“Salah satu pesannya adalah jangan suka memegang atau mencium anak-anak, terutama bayi dan balita, karena daya tahan tubuh mereka masih sangat rentan,” ujar Ani saat ditemui di kawasan Jakarta Timur, Selasa (10/3).
Baca Juga: Waspada Campak! Kenali Gejala Awal dan Cara Pencegahannya
Belum Ada Kasus, Namun Tetap Waspada
Ani menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus campak di Jakarta. Meski demikian, penyakit tersebut sudah terdeteksi di beberapa wilayah sekitar ibu kota.
Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi keluarga yang memiliki bayi dan anak kecil.
“Ini tetap menjadi kewaspadaan kita bersama, apalagi menjelang hari raya ketika mobilitas dan interaksi masyarakat meningkat,” kata Ani.
Baca Juga: Lonjakan Kasus Campak di Pontianak, Orang Tua Diminta Waspada dan Segera Imunisasi Anak
Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan
Sementara itu, dokter spesialis anak dari RSUD Pasar Rebo, Arifianto, mengungkapkan bahwa penyakit campak masih sering ditemukan karena imunisasi anak yang tidak lengkap.
Ia bahkan mengaku hampir setiap pekan menangani pasien anak yang harus menggunakan ventilator atau dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) akibat komplikasi campak.
Menurut Arifianto, kondisi tersebut menunjukkan bahwa campak sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi yang membantu memperkuat daya tahan tubuh anak.
“Anak yang belum mengenal berbagai virus atau bakteri perlu dikenalkan melalui vaksin agar antibodinya terbentuk. Dengan begitu, ketika terkena penyakit, tubuhnya mampu melawannya,” jelasnya.
Baca Juga: RSUD Pontianak Catat Lonjakan Kasus Campak, Dokter Peringatkan Risiko Radang Otak
Jadwal Imunisasi Campak Rubela
Sebagai langkah pencegahan, imunisasi campak rubela (MR) diberikan dalam tiga tahap, yaitu:
- Usia 9 bulan (dosis pertama)
- Usia 18 bulan (dosis penguat)
- Usia 6–7 tahun (booster)
Dengan imunisasi lengkap serta kewaspadaan selama bersilaturahmi, masyarakat diharapkan dapat merayakan Idul Fitri dengan aman tanpa meningkatkan risiko penularan penyakit pada anak-anak. (*)
Editor : Miftahul Khair