PONTIANAK POST - Anggapan bahwa harus berjalan 10.000 langkah per hari untuk sehat ternyata tidak sepenuhnya benar.
Dokter sekaligus edukator kesehatan dr Adam Prabata mengungkap, jumlah langkah yang jauh lebih sedikit pun sudah memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan.
Melalui unggahannya di Platform X pada (27/3), Adam Prabata menegaskan bahwa standar 10.000 langkah bukan satu-satunya patokan untuk hidup sehat.
Menurutnya, berjalan kaki dalam jumlah lebih kecil pun sudah terbukti menurunkan risiko penyakit serius.
2.337 Langkah Sudah Berdampak untuk Jantung
Mengacu pada hasil penelitian terbaru, berjalan sekitar 2.337 langkah per hari sudah dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.
Temuan ini menjadi kabar baik, terutama bagi mereka yang sulit mencapai target langkah tinggi setiap harinya.
Tak hanya untuk kesehatan jantung, penelitian yang sama juga menemukan bahwa berjalan 3.867 langkah per hari berasosiasi dengan penurunan risiko kematian secara umum.
Artinya, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki tetap memberikan dampak besar bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Tambahan Sedikit, Manfaatnya Besar
Menariknya, peningkatan kecil dalam jumlah langkah harian juga membawa manfaat signifikan.
Tambahan 1.000 langkah per hari berhubungan dengan penurunan risiko kematian hingga 15%.
Bahkan tambahan 500 langkah saja dapat menurunkan risiko sebesar 7%.
Hal ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam gaya hidup bisa memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.
Baca Juga: Tidur Teratur Bisa Turunkan Risiko Kematian hingga 38 Persen, Begini Penjelasan Dokter
Semakin Banyak, Semakin Baik
Meski manfaat sudah terasa pada jumlah langkah rendah, Adam Prabata menegaskan bahwa semakin banyak berjalan, manfaatnya juga terus meningkat.
Bahkan, hingga lebih dari 20.000 langkah per hari, efek positif terhadap kesehatan masih terus bertambah.
“Semakin banyak berjalan, bahkan hingga lebih dari 20.000 langkah/hari, manfaat kesehatannya akan terus meningkat,” tulisnya.
Ajak Masyarakat Lebih Aktif
Di akhir unggahannya, ia mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri berjalan kaki sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
“Yuk kita biasakan berjalan kaki!” ajaknya.
Penelitian yang dirujuk berasal dari studi meta-analisis oleh Maciej Banach (2023) yang mengkaji hubungan antara jumlah langkah harian dengan risiko kematian secara umum dan kardiovaskular.
Walhasil, tidak perlu langsung ekstrem. Mulai dari langkah kecil, lalu tingkatkan secara bertahap, karena setiap langkah ternyata berarti. (*)
Editor : Miftahul Khair