PONTIANAK POST—Operasi katarak kini menjadi salah satu tindakan medis yang paling umum dilakukan, terutama bagi kelompok usia lanjut. Namun, gangguan penglihatan akibat kekeruhan lensa mata ini sebenarnya bisa dialami oleh siapa saja. Jika dibiarkan, katarak dapat menyebabkan pandangan buram, sulit fokus, hingga risiko kebutaan permanen.
Dirilis dari KMN EyeCare, ahli oftalmologi, Dr. Joko Satrio, SpM, mengungkapkan kemajuan teknologi saat ini telah mengubah prosedur operasi katarak menjadi pengalaman yang jauh lebih aman, cepat, dan efektif. Salah satu teknik unggulan yang digunakan adalah Phacoemulsification.
"Melalui teknik ini, dokter hanya memerlukan sayatan kecil pada kornea mata. Lensa yang keruh kemudian dipecah menggunakan energi ultrasonik dan diganti dengan lensa buatan atau Intraocular Lens (IOL)," ujar Joko.
Karena sayatannya sangat minim, luka operasi umumnya tidak memerlukan jahitan dan pasien bisa langsung pulang dalam waktu 15 hingga 30 menit setelah tindakan selesai.
Adaptasi Mata: Apa yang Dirasakan Pasien?
Meski prosedurnya singkat, Joko menekankan bahwa mata memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan lensa baru. Pada fase awal pascaoperasi, pasien wajar jika merasakan beberapa gejala. Yakni, mata terasa berpasir atau kering, muncul rona kemerahan pada area mata, pandangan sedikit buram atau sensitif terhadap cahaya, dan adanya gangguan visual sementara seperti bayangan ganda.
"Kondisi ini biasanya hanya berlangsung singkat, sekitar satu hingga dua jam. Namun, untuk pemulihan total hingga penglihatan benar-benar stabil, dibutuhkan waktu sekitar empat hingga enam minggu," jelasnya.
Kunci Sukses Pemulihan: Disiplin dan Perawatan Tepat
Keberhasilan operasi tidak hanya bergantung pada teknologi dan keahlian dokter, tetapi juga kedisiplinan pasien dalam melakukan perawatan mandiri di rumah. Berikut adalah panduan perawatan dari Dr. Joko Satrio, SpM:
1. Rutin Menggunakan Obat Tetes Mata
Obat tetes mata yang diberikan dokter berfungsi mencegah infeksi dan mengurangi peradangan. Disiplin mengikuti jadwal tetes mata adalah kunci utama kesembuhan jaringan mata.
2. Gunakan Pelindung Mata
Gunakan pelindung mata terutama saat tidur untuk mencegah gesekan tangan atau tekanan bantal secara tidak sengaja.
3. Lindungi Mata dari Polutan
Hindari air sabun, sampo, debu, atau kotoran masuk ke mata saat mencuci wajah atau rambut. Mata yang baru dioperasi masih sangat sensitif terhadap iritasi.
4. Gunakan Kacamata Hitam
Saat berada di luar ruangan, penggunaan kacamata hitam sangat dianjurkan untuk mengurangi rasa silau dan melindungi mata dari paparan sinar matahari langsung.
Larangan Keras Pascaoperasi
Joko juga memperingatkan pasien untuk menghindari beberapa kebiasaan yang berisiko merusak hasil operasi. Yakni, dilarang mengucek mata: Hal ini bisa memicu iritasi hebat hingga infeksi. Batasi aktivitas fisik berat diantaranya dengan menunda olahraga intensitas tinggi, membungkuk terlalu lama, atau mengangkat beban berat karena dapat meningkatkan tekanan bola mata.
Hindari mengemudir hingga dokter memastikan penglihatan sudah benar-benar stabil. Batasi durasi layar dengan mengurangi menonton televisi atau menggunakan gawai terlalu lama agar mata tidak cepat lelah dan tegang.
Joko juga meminta pasien diminta segera melakukan kontrol jika mengalami nyeri hebat yang tidak tertahan, penurunan penglihatan secara mendadak, atau munculnya bintik hitam (floaters) yang mengganggu.
"Kontrol rutin sesuai jadwal sangat penting agar potensi risiko dapat dideteksi dan dicegah sejak dini," tutup Joko. (uni)
Editor : Chairunnisya