PONTIANAK POST--Garis bekas kaus kaki di pergelangan kaki atau betis sering dianggap hal sepele. Padahal, tanda ini bisa memberi petunjuk tentang kondisi kesehatan tubuh.
Dokter bedah vaskular dari Hackensack University Medical Center, Dr. Katherine Teter, menyebut bekas tersebut umumnya tidak berbahaya. “Ini sangat umum terjadi, terutama pada orang yang banyak berdiri atau duduk dalam waktu lama,” ujarnya dikutip dari HuffPost.
Hal senada disampaikan dokter keluarga, Dr. Brintha Vasagar. Menurutnya, kebiasaan duduk atau berdiri lama membuat darah dan cairan menumpuk di kaki, sehingga menimbulkan pembengkakan ringan dan bekas kaus kaki.
Baca Juga: Cukup Jalan Kaki 5 Menit, Ahli Kesehatan Ungkap Manfaat Besar bagi Kesehatan Tubuh
Selain itu, kaus kaki yang terlalu ketat, dehidrasi, atau konsumsi makanan tinggi garam juga dapat memicu kondisi serupa.
Namun, bekas tersebut perlu diwaspadai jika disertai gejala lain, seperti pembengkakan yang menetap, perubahan warna kulit, varises besar, atau rasa berat dan nyeri pada kaki. “Ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada pembuluh darah,” kata Teter.
Vasagar menambahkan, perbedaan kondisi antara kaki kanan dan kiri juga patut dicermati. “Tubuh cenderung simetris. Jika hanya satu sisi yang berbeda, bisa jadi ada masalah,” ujarnya.
Baca Juga: Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan dan Waktu Terbaik Melakukannya
Dalam kasus tertentu, kondisi yang semakin memburuk dapat mengindikasikan penyakit serius, seperti gangguan ginjal atau gagal jantung. Gejala lain yang menyertai antara lain sesak napas atau kesulitan berbaring datar saat tidur.
Meski demikian, Teter menegaskan bahwa bekas kaus kaki bukanlah tanda khas pembekuan darah. Kondisi tersebut biasanya disertai pembengkakan signifikan, nyeri, dan kemerahan.
Untuk mengurangi bekas kaus kaki, Vasagar menyarankan beberapa langkah sederhana, seperti meninggikan posisi kaki, rutin bergerak, menjaga pola makan, serta menggunakan kaus kaki yang nyaman atau jenis kompresi.
“Kaus kaki kompresi dapat membantu mencegah penumpukan cairan, terutama bagi mereka yang berdiri atau duduk dalam waktu lama,” kata Teter.
Jika bekas tidak kunjung hilang atau semakin parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada kondisi medis yang lebih serius. (*)
Editor : Chairunnisya