PONTIANAK POST - Penggunaan steroid anabolik untuk mempercepat pembentukan otot kembali menjadi sorotan.
Dokter sekaligus edukator kesehatan Adam Prabata mengingatkan publik akan risiko serius di balik penggunaannya, terutama terkait peningkatan penyakit jantung yang signifikan.
Melalui unggahannya di platform X pada (11/4), dr. Adam Prabata secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan dampak buruk penggunaan steroid anabolik.
Baca Juga: Cuma 30 Menit Jalan Kaki Sehari, Dokter Sebut Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung
“Izin mengingatkan juga mengenai efek bahaya dari steroid anabolik untuk membesarkan otot,” tulisnya.
Ia menekankan bahwa di balik hasil instan berupa peningkatan massa otot, terdapat risiko kesehatan serius yang mengintai, terutama pada organ jantung.
Studi 11 Tahun Ungkap Risiko Tinggi
Peringatan tersebut merujuk pada sebuah studi besar yang dipublikasikan pada 2025 di jurnal Circulation. Penelitian ini melakukan pemantauan (follow-up) selama 11 tahun terhadap lebih dari 1.000 pengguna steroid anabolik.
Baca Juga: Mampu 40 Push-Up Tanpa Henti, Risiko Penyakit Jantung Turun hingga 96 Persen
Mengutip hasil studi tersebut, Adam Prabata menyampaikan risiko penyakit jantungnya sangat meningkat.
Adapun rincian temuan dalam penelitian itu menunjukkan lonjakan risiko yang signifikan dibandingkan non-pengguna.
Risiko Serangan Jantung dan Aritmia
Berikut beberapa risiko utama yang ditemukan dalam studi:
- Serangan jantung meningkat hingga 300% dibandingkan mereka yang tidak menggunakan steroid.
- Gangguan irama jantung meningkat 226% lebih tinggi, yang berpotensi memicu kondisi fatal.
Adam Prabata juga mengingatkan bahaya dari gangguan irama jantung tersebut.
“Hati-hati, bisa terjadi henti jantung mendadak yang berujung pada meninggal dunia akibat gangguan irama jantung,” jelasnya.
Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai aritmia, yang dalam beberapa kasus dapat terjadi tiba-tiba tanpa gejala awal yang jelas.
Imbauan untuk Masyarakat
Steroid anabolik diketahui dapat memengaruhi keseimbangan hormon, meningkatkan tekanan darah, serta merusak fungsi dan struktur jantung dalam jangka panjang.
Baca Juga: 10 Manfaat Buah Lontar bagi Kesehatan Tubuh, Jaga Imunitas hingga Jantung
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan steroid tanpa pengawasan medis. Cara aman untuk membentuk tubuh tetap melalui olahraga teratur, pola makan seimbang, serta istirahat yang cukup.
Peringatan ini menjadi penting di tengah meningkatnya tren penggunaan steroid demi mendapatkan tubuh ideal secara instan, tanpa mempertimbangkan risiko kesehatan yang mengancam jiwa. (*)
Editor : Miftahul Khair