PONTIANAK POST - Memasuki usia 40-an, banyak perempuan mulai merasakan perubahan tubuh yang tidak biasa, seperti haid tidak teratur hingga gangguan tidur. Kondisi ini sering kali merupakan tanda fase perimenopause, yaitu masa transisi alami sebelum tubuh benar-benar berhenti memproduksi hormon reproduksi atau menopause.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari RSIA Soerya Sepanjang, dr. Atika Ayuningtyas SpOG MKed Klin, menjelaskan bahwa fase ini terjadi akibat fluktuasi hormon estrogen yang menurun di ovarium. Berikut adalah panduan lengkap mengenai gejala hingga langkah sehat menghadapi perimenopause:
1. Mengenali Gejala Umum Perimenopause
Perubahan hormon dapat memicu berbagai keluhan fisik dan emosional, di antaranya siklus haid berubah, menstruasi menjadi tidak teratur. Muncul sensasi panas mendadak pada tubuh dan berkeringat di malam hari (hot flashes). Vagina terasa kering yang dapat menyebabkan nyeri atau perdarahan saat berhubungan. Munculnya mood swing, insomnia, hingga risiko depresi.
Baca Juga: Bagaimana Ketentuan Iddah Perempuan yang Memasuki Masa Menopause?
2. Potensi Kehamilan Masih Ada
Meski kesuburan menurun seiring berkurangnya produksi sel telur, dr. Atika mengingatkan bahwa peluang hamil tetap ada selama belum benar-benar menopause. Wanita disarankan tetap menggunakan kontrasepsi jika ingin menunda kehamilan di masa transisi ini.
3. Risiko Kesehatan Jangka Panjang
Wanita pada fase ini memiliki risiko lebih tinggi terhadap dua masalah kesehatan utama. Pertama, osteoporosis, yakni penurunan estrogen mempercepat pengeroposan tulang. Kedua, penyakit jantung, yakni perubahan hormonal memengaruhi kesehatan pembuluh darah.
Baca Juga: Menjaga Ramuan, Menopang Kehidupan: Perempuan Desa Sekabuk Menjaga Alam dan Tradisi
4. Tips Tetap Bugar Melalui Gaya Hidup
Untuk melewati fase ini dengan nyaman, dilansir dari Jawapos, Atika menyarankan langkah-langkah praktis. Sangat disarankan untuk menjaga kepadatan tulang serta memperbaiki kualitas tidur dan suasana hati. Perbanyak asupan kalsium, vitamin D, buah, sayur, kacang-kacangan, serta protein. Mengurangi asupan gula dan lemak jahat membantu menjaga stabilitas berat badan dan hormon. Serta, berhenti merokok karena terbukti dapat mempercepat datangnya menopause dan menurunkan kepadatan tulang.
5. Manajemen Stres dan Kualitas Tidur
Menciptakan lingkungan tidur yang tenang dan menghindari penggunaan ponsel sebelum tidur sangat membantu mengatasi insomnia. Teknik relaksasi, meditasi, dan manajemen stres juga menjadi kunci menjaga keseimbangan emosional.
6. Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Meski alami dan bisa dilewati tanpa obat, segeralah periksa ke dokter jika mengalami gejala berat seperti pendarahan menstruasi yang sangat berlebihan, pendarahan setelah berhubungan intim, dan gejala depresi yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Perimenopause adalah kondisi alami. Terapi hormon hanya diberikan pada kasus tertentu dan harus berdasarkan pertimbangan medis yang matang," tegas Atika. (*)
Editor : Chairunnisya