Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mengenal Tipe Kondisi Manusia yang Disukai dan Jadi Sasaran Utama Nyamuk

Chairunnisya • Selasa, 14 April 2026 | 19:02 WIB
Ilustrasi nyamuk (JAWAPOS)
Ilustrasi nyamuk (JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Saat memasuki musim pancaroba, kewaspadaan terhadap gigitan nyamuk harus ditingkatkan. Menariknya, nyamuk ternyata tidak menggigit sembarang orang. Hewan ini memiliki preferensi atau selera khusus terhadap manusia dengan kondisi tubuh tertentu.

Direktur RS Universitas Airlangga sekaligus pakar penyakit tropis, Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD-KPTI, FINASIM, menjelaskan bahwa darah manusia sangat penting bagi nyamuk betina untuk pematangan telur mereka.

"Ada kondisi tertentu pada tubuh manusia yang secara alami membuat nyamuk lebih tertarik untuk mendekat," ungkap Prof. Nasronudin dilansir dari Jawapos.

Baca Juga: Jangan Asal Semprot, Ini Kandungan Obat Nyamuk yang Bisa Ganggu Kesehatan Keluarga

Karbon Dioksida dan Metabolisme Tubuh

Salah satu faktor utama adalah berat badan. Orang yang memiliki tubuh gemuk cenderung lebih sering digigit nyamuk. Hal ini disebabkan oleh laju metabolisme yang tinggi, sehingga mereka mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida (CO2) saat bernapas.

"CO2 inilah yang menjadi sinyal keberadaan manusia bagi nyamuk. Semakin tinggi produksinya, semakin kuat pula daya tariknya," jelas dokter kelahiran Ponorogo tersebut. Kondisi serupa terjadi pada ibu hamil, di mana suhu kulit yang lebih hangat dan metabolisme yang meningkat menjadi "undangan" bagi nyamuk.

Aroma Keringat dan Golongan Darah

Selain CO2, aroma khas tubuh juga berpengaruh besar. Saat seseorang berolahraga, tubuh menghasilkan asam laktat dan amonia melalui keringat. Zat-zat inilah yang sangat disukai nyamuk.

Baca Juga: Tips Usir Nyamuk Dengan 10 Bahan Alami, Aman dan efektif!

"Orang yang baru selesai olahraga sangat menarik perhatian nyamuk. Selain suhu tubuh naik, keringat yang bercucuran menjadi sinyal kimiawi yang menggoda," tambahnya. Tak hanya itu, faktor genetika seperti golongan darah juga berperan. Pemilik golongan darah O diketahui memiliki sinyal kimiawi tertentu yang lebih menarik bagi nyamuk dibandingkan golongan darah lainnya.

Pengaruh Warna Pakaian

Pilihan busana pun tak luput dari pengamatan nyamuk. Warna gelap, terutama hitam, memudahkan nyamuk untuk mendeteksi targetnya. Warna gelap menyerap panas matahari, sehingga kulit pemakainya menjadi lebih hangat, kondisi ideal yang dicari oleh nyamuk.

Baca Juga: Mengenal Nyamuk: Serangga yang jadi Musuh Nomor Satu Manusia

Bukan Sekadar Rasa Gatal

Meski sering dianggap sepele, Prof. Nasronudin menegaskan bahwa risiko di balik gigitan nyamuk sangatlah besar. Nyamuk adalah perantara atau vektor penyakit berbahaya yang bisa mengancam nyawa.

"Nyamuk Anopheles dapat menularkan malaria, sementara Aedes aegypti dan Aedes albopictus membawa virus penyebab demam berdarah (DBD). Gigitan nyamuk bukan hanya soal rasa gatal, tapi bisa menjadi pintu masuk penyakit serius," tegasnya.

Di negara tropis seperti Indonesia, penyakit akibat gigitan nyamuk masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang utama. Oleh karena itu, memahami siapa saja yang berisiko menjadi target nyamuk adalah langkah awal yang penting dalam upaya pencegahan. (*)

Editor : Chairunnisya
#gatal #nyamuk #Gigitan Nyamuk #golongan darah #kesehatan