Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kenapa Overthinking Muncul Saat Mau Tidur? Psikolog Jelaskan Penyebab dan Cara Mengatasinya

Khoiril Arif Ya'qob • Jumat, 17 April 2026 | 13:35 WIB
Ilustrasi overthinking yang muncul saat mau tidur. (FREEPIK)
Ilustrasi overthinking yang muncul saat mau tidur. (FREEPIK)

 

PONTIANAK POST - Pernah merasa pikiran justru semakin aktif saat hendak tidur? Bianglala Andriadewi seorang Psikolog Klinis mengungkap fenomena ini bukan hal sepele.

Kondisi tersebut berkaitan dengan cara kerja otak, stres, hingga kebiasaan digital yang membuat seseorang sulit beristirahat.

Banyak orang mengalami kondisi di mana tubuh sudah lelah setelah seharian beraktivitas, namun pikiran justru menjadi semakin aktif saat kepala menyentuh bantal.

Baca Juga: Waspada Sering Overthinking dan Kurang Tidur Ternyata Bisa Picu Risiko Stroke

Hal ini dijelaskan oleh Bianglala Andriadewi dalam kanal YouTube NU Online, sebagai proses alami otak yang belum selesai memproses berbagai hal sepanjang hari.

Ia mengibaratkan otak seperti komputer yang terus digunakan tanpa benar-benar dimatikan. Sepanjang hari, berbagai aplikasi tetap berjalan di latar belakang, mulai dari pekerjaan, percakapan, hingga emosi yang belum terselesaikan.

“Ketika malam tiba dan suasana menjadi sunyi, otak justru mendapat ruang untuk memproses semua yang tertunda,” ujarnya.

Baca Juga: Fenomena Overthinking Meningkat, 50% Warga Indonesia Terkena Dampaknya

Overthinking Malam Dipicu Stres dan Kebiasaan Main Gadget

Dalam kondisi normal, bagian otak yang berfungsi untuk berpikir logis dan mengambil keputusan seharusnya mulai melambat saat waktu tidur.

Namun, ketika seseorang sedang cemas atau stres, bagian ini tetap aktif dan terus memikirkan berbagai kemungkinan, termasuk skenario terburuk.

Di sisi lain, bagian otak yang mengatur emosi juga bisa tetap siaga dan menganggap kecemasan sebagai ancaman.

Akibatnya, seseorang terus berpikir tanpa henti atau mengalami overthinking hingga larut malam.

Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan di era digital. Banyak orang masih menggunakan gadget, membaca pesan, atau scrolling media sosial hingga menjelang tidur.

Padahal, stimulasi cahaya layar dan informasi yang terus masuk membuat otak sulit bertransisi ke kondisi istirahat.

“Otak itu butuh jeda. Tidak bisa langsung berhenti seperti mobil yang direm mendadak,” jelasnya.

Baca Juga: 6 Penyebab Berat Badan Susah Turun Menurut Ade Rai, dari Kurang Protein hingga Stres

Cara Mengatasi Overthinking Sebelum Tidur

Untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan guna membangun kebiasaan tidur yang lebih sehat.

Pertama, menghindari penggunaan gadget setidaknya 60 menit sebelum tidur agar otak memiliki waktu untuk beradaptasi menuju kondisi rileks.

Kedua, menerapkan teknik pernapasan 4-7-8, yaitu menarik napas selama empat hitungan, menahan selama tujuh hitungan, dan menghembuskan selama delapan hitungan. Teknik ini membantu sistem saraf berpindah dari kondisi siaga ke kondisi tenang.

Baca Juga: Mengenal Bag Lady Syndrome, Ketakutan Kehabisan Uang yang Bisa Sebabkan Stres

Ketiga, menuliskan hal-hal yang mengganggu pikiran. Cara ini membantu “memindahkan” beban pikiran ke luar kepala sehingga otak tidak terus berusaha mengingatnya.

Selain itu, penting juga untuk membedakan waktu berpikir dan waktu tidur dengan menyediakan worry time atau waktu khusus untuk memikirkan hal-hal yang mengganggu di luar jam tidur.

Sulit Tidur Bukan Tanda Lemah, Tapi Sinyal Ada Emosi yang Perlu Diproses

Lebih jauh, Bianglala Andriadewi menegaskan bahwa jika overthinking terjadi hampir setiap malam, hal tersebut bisa menjadi pola yang berkaitan dengan kecemasan yang belum terselesaikan dan mungkin memerlukan bantuan profesional.

Ia juga mengingatkan bahwa sulit tidur bukan berarti seseorang lemah secara mental. Justru, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa ada hal yang perlu diproses secara emosional.

“Tidur bukan hanya memejamkan mata, tetapi memberi izin pada diri untuk berhenti sejenak,” pungkasnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#overthinking saat mau tidur #psikologi #Cara Mengatasi #stres