PONTIANAK POST - Kaki seringkali hanya dianggap sebagai penopang tubuh untuk berdiri atau berjalan. Namun, tahukah Anda bahwa kekuatan otot kaki ternyata memiliki peran krusial dalam menjaga kesehatan jantung?
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), dr. Nur Sulastri, Sp.K.F.R., menjelaskan bahwa kelompok otot besar pada kaki, seperti paha dan betis, berfungsi sebagai "pompa alami".
"Ketika otot-otot kaki aktif dan kuat, mereka sangat membantu sirkulasi darah kembali dari bawah menuju jantung. Hasilnya, beban kerja jantung pun menjadi lebih ringan," ujar dr. Nur Sulastri, dikutip Jawapos.
Baca Juga: 5 Olahraga Ini Bakar Kalori Lebih Banyak dari Lari, Efektif Turunkan Berat Badan
Betis Sebagai Pompa Darah Alami
Aktivitas fisik seperti berjalan, berlari, atau bersepeda bukan sekadar membakar kalori. Setiap kali otot betis berkontraksi saat bergerak, otot tersebut memompa darah ke atas tubuh melawan gravitasi.
Inilah alasan mengapa duduk terlalu lama, seperti saat perjalanan jauh di pesawat, sering menyebabkan kaki bengkak. Tanpa gerakan otot, cairan cenderung menumpuk di area bawah tubuh.
Risiko Gagal Jantung Lebih Rendah
Hubungan antara kaki dan jantung ini pun diperkuat oleh penelitian medis.
Studi dalam European Journal of Preventive Cardiology tahun 2024 menunjukkan bahwa pasien jantung koroner dengan otot kaki yang kuat memiliki risiko jauh lebih rendah mengalami gagal jantung dibandingkan mereka yang otot kakinya lemah.
Baca Juga: Olahraga Lari tidak Disarankan untuk Orang dengan Obesitas, Ini Penjelasan Dokter
"Sebaliknya, jika otot kaki melemah, sirkulasi darah terganggu. Hal ini memicu risiko pembentukan bekuan darah hingga penyakit jantung serius," tambahnya.
Waspadai Gejala pada Kaki
dr. Nur juga mengingatkan bahwa kondisi kaki bisa menjadi cermin kesehatan jantung kita. Ada beberapa tanda yang patut diwaspadai:
1. Pembengkakan Pergelangan Kaki
Bisa menjadi sinyal jantung tidak mampu memompa darah secara efisien (gejala gagal jantung), meski bisa juga disebabkan gangguan ginjal atau hati.
Baca Juga: 5 Olahraga Ini Bakar Kalori Lebih Banyak dari Lari, Efektif Turunkan Berat Badan
2. Varises
Menandakan adanya gangguan pada sirkulasi vena.
3. Klaudikasio (Nyeri saat berjalan)
Rasa nyeri yang muncul saat berjalan bisa menandakan penyempitan pembuluh darah arteri atau penyakit arteri perifer.
Konsultasi Sebelum Olahraga
Bagi Anda yang sudah merasakan gejala nyeri atau bengkak, dr. Nur menyarankan untuk tidak asal melakukan olahraga berat.
Baca Juga: Kenali Manfaat dan Risiko Sepatu Lari Pelat Karbon untuk Performa dan Kesehatan Kaki
"Jika sudah ada gejala seperti itu, sebaiknya periksa dulu ke dokter sebelum memulai aktivitas fisik. Jangan asal bergerak tanpa pengawasan medis yang tepat," tegasnya.
Dia berpesan agar masyarakat mulai memperhatikan kekuatan kaki sejak dini. "Jangan abaikan kekuatan kaki. Melangkahlah hari ini demi jantung yang lebih kuat di masa depan," pungkasnya. (*)
Editor : Chairunnisya