PONTIANAK POST - Kebiasaan menatap layar berjam-jam diam-diam menggerus kesehatan mata, memunculkan bayangan melayang yang mengganggu penglihatan.
Dokter spesialis mata Eka Hospital Permata Hijau, Dearaini, mengingatkan paparan layar komputer dan ponsel dalam waktu lama dapat memicu kelelahan mata atau eye strain.
Kondisi ini juga dapat memperburuk persepsi terhadap floaters, yakni bintik atau garis yang tampak melayang di bidang pandang.
“Walaupun tidak menyebabkan floaters secara langsung, kondisi ini bisa memperburuk persepsi terhadap bintik melayang,” ujarnya.
Ia menyarankan penerapan aturan 20-20-20 untuk menjaga kesehatan mata.
Setiap 20 menit, mata perlu diistirahatkan selama 20 detik dengan melihat objek sejauh sekitar enam meter.
Floaters sendiri kerap muncul tiba-tiba dan membuat fokus penglihatan terganggu.
Meski sering dianggap sepele, kondisi ini bisa menjadi tanda perubahan pada struktur mata.
“Kondisi ini patut diperhatikan karena bisa memerlukan pemeriksaan dokter,” kata Dearaini.
Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, pemeriksaan mata rutin sangat dianjurkan.
Pemeriksaan meliputi tes slit-lamp, retina, hingga tonometri untuk mengukur tekanan bola mata.
Selain itu, pengendalian penyakit seperti diabetes dan hipertensi juga penting karena dapat memengaruhi kesehatan mata.
Paparan sinar ultraviolet dari matahari juga harus diwaspadai.
Sinar UV dapat mempercepat penuaan struktur mata, termasuk retina dan vitreous.
Pola hidup sehat turut berperan besar dalam menjaga fungsi penglihatan.
Konsumsi nutrisi seimbang membantu menjaga elastisitas jaringan mata.
Kebiasaan merokok juga menjadi ancaman serius.
Nikotin dan radikal bebas dalam rokok dapat mempercepat kerusakan retina dan memicu munculnya floaters lebih cepat.
“Berhenti merokok akan memberikan manfaat langsung pada kesehatan mata,” tegasnya.
Di tengah gaya hidup digital, menjaga mata bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. (ant)
Infografis – Fakta Penting
| Poin | Keterangan |
|---|---|
| Penyebab Utama | Paparan layar berlebihan |
| Dampak | Eye strain & persepsi floaters |
| Gejala Floaters | Bintik/garis melayang |
| Pencegahan | Aturan 20-20-20 |
| Faktor Risiko | Rokok, UV, penyakit kronis |
| Pemeriksaan | Slit-lamp, retina, tonometri |
Editor : Aristono Edi Kiswantoro