Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hati-Hati Sinar Matahari Bikin Kulit Cepat Tua! Ini Risiko dan Cara Mencegahnya Menurut Dokter

Miftahul Khair • Selasa, 21 April 2026 | 12:34 WIB
Mencegah penuaan dini akibat paparan sinar matahari dengan penggunaan tabir surya dengan SPF tinggi. (FREEPIK)
Mencegah penuaan dini akibat paparan sinar matahari dengan penggunaan tabir surya dengan SPF tinggi. (FREEPIK)

 

PONTIANAK POST - Paparan sinar matahari sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa terasa dalam jangka panjang.

Banyak orang baru menyadari perubahan pada kulit ketika tanda-tanda penuaan mulai muncul lebih cepat dari seharusnya.

Lalu, benarkah sinar UV bisa memicu penuaan dini sekaligus meningkatkan risiko kanker kulit?

Jawabannya iya, terutama jika paparan terjadi terus-menerus tanpa perlindungan. Kabar baiknya, risiko tersebut masih bisa ditekan dengan langkah pencegahan yang tepat.

Baca Juga: Daftar Bahan Herbal Alami Pencegah Kerusakan Kulit Akibat Sinar Matahari

Paparan UV dan Dampaknya pada Kulit

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. R Amanda Sumantri, SpKK, FINSDV mengingatkan bahwa paparan sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang dapat menyebabkan photoaging atau penuaan dini pada kulit.

Kondisi ini bukan hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko kanker kulit.

“Paparan sinar ultraviolet yang mengenai kulit selama bertahun-tahun akan mengubah DNA dalam sel-sel kulit sehingga memicu penuaan dini dan meningkatkan risiko kanker kulit,” kata dr. R Amanda dilansir dari Antara.

Baca Juga: Perawatan Kulit Wajah Sensitif: Cara Alami dan Aman untuk Kulit Anda

Area Tubuh yang Paling Rentan

Penuaan dini umumnya muncul pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari. Area seperti wajah, leher, punggung tangan, lengan, kaki, hingga dada bagian atas menjadi yang paling rentan mengalami perubahan.

Tanda-Tanda Penuaan Dini

Gejala yang muncul bisa beragam, mulai dari terlihatnya pembuluh darah halus menyerupai laba-laba di area hidung, pipi, dan leher, hingga berkurangnya elastisitas kulit. Selain itu, garis halus dan kerutan di sekitar mata serta mulut juga menjadi tanda umum yang sering terlihat.

Paparan UV juga dapat memicu munculnya bercak merah kasar dan bersisik yang dikenal sebagai keratosis aktinik.

"Tak hanya itu, perubahan pigmen seperti melasma, bintik penuaan, hingga bercak putih pada lengan, kaki, dan punggung tangan juga bisa terjadi," kata dokter yang berpraktik di RS Premier Bintaro ini.

Perubahan Warna dan Tekstur Kulit

Menurut dr. Amanda, dampak lain dari paparan sinar UV adalah perubahan warna kulit yang menjadi tidak merata serta tekstur yang terasa berbeda.

Dalam beberapa kasus, kulit juga dapat mengalami penipisan sehingga terlihat lebih rapuh.

Baca Juga: Tips Kulit Glowing Alami: Minum Jus Buah untuk Perawatan dari Dalam

Cara Mencegah Kerusakan Kulit

Untuk mengurangi risiko tersebut, perlindungan kulit menjadi langkah utama. Penggunaan tabir surya dengan SPF tinggi dan tahan air dianjurkan setiap hari, terutama pada area yang tidak tertutup pakaian. Pengaplikasian ulang setiap dua jam juga penting agar perlindungan tetap optimal.

Selain itu, penggunaan topi bertepi lebar, kacamata hitam dengan perlindungan UV, serta pakaian berlengan panjang dapat membantu mengurangi paparan langsung saat beraktivitas di luar ruangan.

“Menghindari paparan sinar matahari langsung mulai pukul 10 pagi sampai 4 sore juga dapat membantu mengurangi risiko,” ujarnya.

Baca Juga: 7 Cara Alami Melembapkan Kulit Kering Menurut Kemenkes: dari Air Mineral hingga Lidah Buaya

Penanganan Penuaan Dini

Kerusakan DNA akibat paparan sinar ultraviolet memang tidak bisa kembali sepenuhnya seperti semula. Namun, tanda-tanda penuaan dini masih dapat diatasi melalui berbagai metode perawatan medis.

Beberapa pilihan yang tersedia antara lain laser skin rejuvenation untuk merangsang produksi kolagen dan mengurangi kerutan, microdermabrasion untuk mengangkat sel kulit mati, serta chemical peels yang membantu memperbaiki warna kulit.

Selain itu, terdapat juga suntik dermal filler untuk menggantikan kolagen yang berkurang, serta terapi intense pulsed light (IPL) yang memanfaatkan gelombang cahaya untuk mengurangi tanda penuaan.

Pentingnya Perlindungan Sejak Dini

Pada akhirnya, menjaga kesehatan kulit tidak bisa dilakukan secara instan. Perlindungan sejak dini menjadi kunci utama untuk mencegah penuaan dini sekaligus menekan risiko gangguan kulit yang lebih serius. (*)

Editor : Miftahul Khair
#kanker kulit #paparan sinar matahari #penuaan dini