PONTIANAK POST - Banyak orang masih menunda olahraga karena merasa waktu tidak mendukung.
Padahal, bukan hanya soal rutin bergerak, waktu berolahraga juga bisa memberi dampak berbeda bagi tubuh.
Lalu, benarkah olahraga pagi memberikan manfaat lebih besar untuk kesehatan jantung? Sejumlah penelitian menunjukkan hal itu memang mungkin terjadi. Meski begitu, konsistensi tetap menjadi kunci utama.
Baca Juga: Jalan Kaki 20 Menit Bikin Otak Lebih Fokus, Ini Penjelasan dr Adam Prabata
Manfaat Olahraga Pagi
Sebuah studi terbaru menemukan bahwa orang yang terbiasa berolahraga di pagi hari memiliki risiko lebih rendah terhadap berbagai faktor pemicu penyakit jantung.
Dibandingkan mereka yang berolahraga siang hari, kelompok ini cenderung lebih terlindungi dari tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, hingga obesitas.
Mengutip dari Everyday Health, penelitian yang melibatkan hampir 15.000 orang dewasa ini menggunakan data detak jantung per menit sebagai dasar analisis.
Baca Juga: Waktu Terbaik untuk Olahraga: Pagi, Siang, atau Malam? Ini Jawabannya Menurut Ahli
Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang rutin berolahraga pagi memiliki peluang 35 persen lebih kecil mengalami obesitas dibandingkan mereka yang berolahraga siang.
Risiko Penyakit Jantung Lebih Rendah
Tak hanya itu, kebiasaan olahraga pagi juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit lain. Orang yang berolahraga di pagi hari tercatat 31 persen lebih kecil kemungkinannya mengalami penyakit arteri koroner dan 30 persen lebih rendah risiko terkena diabetes tipe 2.
Jika dibandingkan dengan kelompok yang berolahraga siang, mereka yang aktif di pagi hari juga memiliki peluang 21 persen lebih rendah mengalami kolesterol tinggi serta 18 persen lebih kecil risiko tekanan darah tinggi.
Menariknya, waktu olahraga antara pukul 07.00 hingga 08.00 disebut sebagai periode dengan risiko terendah terhadap penyakit arteri koroner.
Waktu Lebih Penting dari Durasi?
Temuan lain dari studi ini menunjukkan bahwa manfaat tersebut tidak semata ditentukan oleh durasi olahraga. Waktu pelaksanaan juga memiliki peran tersendiri.
"Studi ini menunjukkan bahwa waktu berolahraga mungkin penting, bukan hanya seberapa banyak Anda berolahraga," kata penulis utama hasil studi Prashant Rao MBBS, dokter ahli kardiologi olahraga dan ilmuwan di Beth Israel Deaconess Medical Center dan Harvard Medical School dilansir dari Antara.
Baca Juga: Minum Air Lemon Setiap Pagi Mulai Besok dan Rasakan Khasiatnya untuk Kesehatan
Ahli kardiologi olahraga Aubrey Grant, MD, yang tidak terlibat dalam penelitian, menjelaskan bahwa olahraga pagi mungkin lebih selaras dengan ritme sirkadian tubuh. Ritme ini mengatur berbagai fungsi biologis sesuai waktu dalam sehari.
"Kortisol mencapai puncaknya di pagi hari dan dapat mempersiapkan tubuh untuk aktivitas fisik, berpotensi meningkatkan efisiensi metabolisme," ia menambahkan.
Faktor Gaya Hidup
Selain faktor biologis, kebiasaan hidup juga dinilai berperan. Alex Rothstein, EdD, asisten profesor ilmu olahraga di New York Institute of Technology, menyebut orang yang berolahraga pagi cenderung memiliki pola hidup yang lebih teratur.
Baca Juga: Manfaat Olahraga Pada Pagi Hari, Ternyata Bisa Menurunkan Berat Badan!
"Jika Anda berolahraga lebih awal, Anda cenderung memiliki lebih sedikit alasan untuk tidak berolahraga, dan Anda mungkin berolahraga lebih konsisten," kata Dr. Rothstein, yang tidak terlibat dalam penelitian baru ini.
Konsistensi Tetap Jadi Kunci
Meski waktu olahraga memiliki pengaruh, para ahli menegaskan bahwa hal terpenting tetap konsistensi. Menjadwalkan olahraga secara rutin, kapan pun waktunya, tetap memberikan manfaat besar bagi kesehatan.
Rao juga menilai bahwa mengatur waktu olahraga bisa menjadi cara sederhana dan terjangkau untuk memaksimalkan manfaatnya bagi tubuh. (*)
Editor : Miftahul Khair