Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Menkes Usul Label Nutri Level di Minuman Kekinian, Ungkap Matcha Bisa Mengandung 50 Gram Gula per Gelas

Khoiril Arif Ya'qob • Rabu, 22 April 2026 | 13:46 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan penerapan label Nutri Level pada minuman siap saji. (INSTAGRAM/@bgsadikin)
Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan penerapan label Nutri Level pada minuman siap saji. (INSTAGRAM/@bgsadikin)

 

PONTIANAK POST - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan penerapan label Nutri Level pada minuman siap saji.

Melalui unggahan di Instagram pada (21/4), ia menyoroti tingginya kandungan gula dalam minuman populer seperti matcha yang kerap tidak disadari masyarakat.

Minuman Kekinian Tinggi Gula

Dalam unggahannya, Menkes mengaku terkejut dengan kadar gula dalam minuman yang banyak digemari.

Baca Juga: Menkes Budi dan Dr Gia Ungkap Bahaya Kebiasaan Ngemil Snack Kemasan, Ternyata Bisa Picu Penyakit Jantung dan Stroke

“Siapa nih yang suka minum Matcha? Saya tidak menyangka bahwa satu gelas Matcha yang rasanya manis banget ini isinya adalah tiga sampai empat sendok makan gula atau setara 50 gram,” tulisnya.

Ia menilai, informasi kandungan gula tersebut penting diketahui publik agar lebih bijak dalam memilih konsumsi harian.

Dorong Penerapan Label Nutri Level

Menkes menekankan pentingnya pelabelan nutrisi sederhana yang mudah dipahami oleh masyarakat, salah satunya melalui sistem Nutri Level.

Baca Juga: Resep Sambal Probiotik ala Menkes Budi Gunadi Sadikin, Pedas Sehat dengan Tempe

“Makanya penting banget kan untuk pasang label Nutri Level di setiap minuman siap saji biar kalian tersindir dan tersadar,” ujarnya.

Menurutnya, label ini tidak hanya memberi informasi, tetapi juga berfungsi sebagai pengingat agar konsumen lebih sadar terhadap asupan gula.

Penjelasan Kategori Nutri Level

Dalam penjelasannya, Menkes membagi minuman ke dalam beberapa kategori berdasarkan kandungan pemanis:

“Level A itu tidak ada pemanis tambahan, contohnya Americano. Level B adalah minuman yang ditambah gula alami seperti gula pasir, contohnya teh manis. Sedangkan level C dan D, manis atau nggak manis, ada pemanis buatannya. Itu tidak saya rekomendasikan setiap hari!” ungkapnya.

Kategori ini diharapkan dapat membantu masyarakat membedakan mana minuman yang lebih aman untuk dikonsumsi rutin dan mana yang perlu dibatasi.

Pilih Opsi Lebih Sehat

Meski tidak melarang konsumsi minuman manis, Menkes menyarankan agar masyarakat tetap mengontrol asupan gula.

Baca Juga: Tak Perlu Obat! Cuka Apel Bisa Bantu Turunkan Kolesterol, Ini Cara Aman Konsumsinya Menurut Menkes

“Kalau kalian tetap mau minum ini, minta ke baristanya yang less sweet ya,” pesannya.

Di akhir unggahan, ia juga mengajak publik untuk berpendapat terkait wacana tersebut.

“Kalian setuju nggak semua minuman siap saji ditempelin Nutri Level seperti ini?” tanyanya.

Upaya Tingkatkan Kesadaran Konsumen

Gagasan pelabelan Nutri Level ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi gula, garam, dan lemak.

Baca Juga: Menu Sarapan Sehat ala Menkes Budi Gunadi Sadikin: Murah, Praktis, dan Bergizi

Dengan informasi yang lebih transparan, diharapkan masyarakat dapat membuat pilihan yang lebih sehat dan menekan risiko penyakit tidak menular di masa depan.

Editor : Miftahul Khair
#label nutri level #minuman kekinian #kandungan gula #menteri kesehatan #budi gunadi sadikin