Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sering Ngopi Ternyata Bisa Picu Kecemasan dan Sakit Kepala! Ini Penjelasan Dokter

Miftahul Khair • Rabu, 22 April 2026 | 15:13 WIB
Ilustrasi ngopi berlebihan dapat berdampak pada kecemasan dan sakit kepala. (FREEPIK)
Ilustrasi ngopi berlebihan dapat berdampak pada kecemasan dan sakit kepala. (FREEPIK)

 

PONTIANAK POST - Ngopi sudah jadi bagian tak terpisahkan dari keseharian banyak orang, terutama di Indonesia. Dari sekadar teman sarapan hingga alasan berkumpul di coffee shop, kopi seolah selalu punya tempat.

Lantas, apakah kebiasaan ini selalu aman jika dilakukan setiap hari? Jawabannya tidak selalu. Di balik kenikmatannya, konsumsi kafein berlebihan ternyata bisa berdampak pada kesehatan, terutama terkait kecemasan dan sakit kepala.

Budaya minum kopi di Indonesia sendiri sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak masa kolonial Belanda.

Baca Juga: Studi Ungkap Manfaat Kopi untuk Otak, Risiko Pikun Bisa Lebih Rendah

Kini, tren nongkrong di kedai kopi semakin populer, khususnya di kalangan anak muda. Aktivitas ini bukan hanya soal menikmati minuman, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan sarana bersosialisasi.

Bagi sebagian orang, kopi bukan sekadar minuman, melainkan kebutuhan harian. Selain rasanya yang khas, efeknya yang menyegarkan membuat banyak orang mengandalkannya untuk memulai hari atau mengusir lelah.

Namun, kebiasaan mengonsumsi kopi secara berlebihan tanpa disadari dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

Baca Juga: Hobi Minum Kopi? Ini Cara Aman Mengkonsumsi dan Efek Sampingnya Menurut Medis

Dampak Minum Kopi pada Kecemasan

Dokter spesialis saraf dr. Kevin Mulya S, Sp.N-FMIN, menjelaskan bahwa konsumsi kafein berlebih dapat memperparah kondisi kecemasan. Bahkan, hal ini juga dapat menyebabkan sakit kepala hingga ketergantungan.

Ia menyebutkan bahwa kafein dalam jumlah tinggi membuat tubuh menjadi lebih waspada dan aktif. Namun, pada individu dengan kecenderungan cemas, kondisi ini justru bisa memperburuk gejala.

“Jadi orang yang dengan bakat kecemasan minum kafein itu justru hati-hati karena dia membuat responnya lebih fight, dia lebih siap. Kecemasan lebih tinggi, maka mereka harus mengurangi,” katanya dilansir dari Antara.

Batas Aman Konsumsi Kopi

Menurut dr. Kevin, konsumsi kopi sebaiknya dibatasi hanya satu hingga dua gelas per hari. Sayangnya, tidak sedikit orang yang mengonsumsi hingga lima sampai sepuluh gelas tanpa menyadari risikonya.

Kafein dalam jumlah tinggi dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis, yang menyebabkan peningkatan detak jantung dan rasa gelisah. Kondisi ini dapat memperburuk gangguan kecemasan pada individu yang rentan.

Baca Juga: Minum Kopi Tak Sekadar Bikin Melek, Dokter Ungkap Manfaatnya untuk Ginjal

Menurut dokter yang berpraktik di RS EMC Alam Sutera itu, menghentikan konsumsi kopi secara mendadak juga bukan langkah yang tepat, terutama bagi peminum berat.

Hal ini dapat memicu gejala putus kafein seperti sakit kepala, kelelahan, sulit fokus, dan perubahan suasana hati.

“Nah masalah kopi ini juga, mungkin banyak individu ketika menghentikan kopinya dia muncul sakit kepala. Jadi kafein itu bukan dianggap sebagai molekul yang biasa-biasa saja dalam kondisi berlebihan, itu juga menyebabkan sakit kepala. Bisa dikatakan adiksi. Makanya kalau sudah mengonsumsi kopi dalam jumlah banyak dan mau menghentikan maka dia harus diturunkan perlahan-perlahan,” ungkap dokter yang khusus menangani migren dan nyeri kepala tersebut.

Bijak Konsumsi, Tubuh Lebih Terjaga

Kopi memang bisa menjadi teman setia dalam beraktivitas. Namun, mengonsumsinya secara bijak adalah kunci agar manfaatnya tetap dirasakan tanpa menimbulkan risiko kesehatan. (*)

Editor : Miftahul Khair
#dampak minum kopi berlebihan #hopi ngopi #kecemasan #Sakit Kepala #kafein